Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Mengenal Tari Legong, Tari Tradisional Bali, Sejarah dan Perkembangannya

Tari Legong merupakan tarian tradisional Bali yang memiliki gerakan kompleks berupa perpaduan antara gerakan penari dengan iringan musik gamelan

Editor: Suryana Anas
ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA via Kompas.com
Dua seniman membawakan Tari Legong Prabu China dalam pagelaran tari klasik Bali di Pesta Kesenian Bali ke-41, Denpasar, Bali, Kamis (27/6/2019). Tari tersebut merupakan bagian dari Tari Legong Keraton yaitu salah satu dari sembilan tari Bali yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.(ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA) 

Selanjutnya Abah Tangkis, gerakan peralihan dari agem satu ke agem yang lainnya.

Dasar selanjutnya adalah Tandang, yakni cara berjalan dan bergeraknya si penari, dari sini akan dikenal motif gerak seperti ngelikas, nyeleog, nyelendo, nyeregseg, kemudian tandang nayog, tandang niltil, nayung dan agem nyamir.

Busana Tari Legong Busana khas legong yang berwarna cerah (merah, hijau, ungu) dengan lukisan daun-daun.

Kemudian hiasan bunga-bunga emas di kepala yang bergoyang mengikuti setiap gerakan dan getaran bahu penari disederhanakan dengan dominasi warna hitam-putih Ciri khas tari Legong adalah gerakan mata penarinya yang membuat tarian menjadi hidup dengan ekspresi yang sangat memukau oleh penarinya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tari Legong, Tari Tradisional Bali", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/05/201500969/tari-legong-tari-tradisional-bali?page=all.
Penulis : Ari Welianto

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved