Breaking News:

Gempa Sulbar

SIAPA Haji Hasanuddin Mas'ud? 'Crazy Rich' Kalimantan yang Sumbang 2 Ton Sembako ke Sulbar

SIAPA Haji Hasanuddin Mas'ud? 'Crazy Rich' Kalimantan yang Sumbang 2 Ton Sembako ke Sulbar

tribun kaltim
Hasanuddin Mas'ud 

TRIBUN-TIMUR.COM - Haji Hasanuddin Masud membagikan 2 ton paket kebutuhan pokok dan lainnya kepada korban gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat ( Sulbar ).

Sosok Haji Hasanuddin Masud adalah Pengusaha dan Politisi yang cukup terkenal Kalimantan Timur.

Hasanuddin Mas'ud adalah salah satu dari keluarga Mas'ud (Mas'ud Brothers) yang cukup disegani di Kalimantan.

Dilansir dari Tribun Kaltim,  Hasanuddin Mas'ud saat ini tercatat anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024.

Pengusaha asal Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas'ud
Pengusaha asal Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas'ud (DOK PRIBADI)

Ia dikenal sebagai pengusaha dibidang rental transportasi jasa angkutan laut.

Berdasarkan LHKPN, harta kekayaan Hasanuddin Mas'ud pada saat itu mencapai Rp 254 miliar.

Kekayaan pria kelahiran Majene, 1 Agustus 1975 ini bersumber dari bisnis kapal tanker dan minyak.

Dia pun menjadi salah satu "crazy rich" di Kalimantan Timur

Sebelum terpilih menjadi anggota legislatif, ia pernah ikut kontestasi di Sulawesi Barat sebagai Calon Wakil Gubernur dari Partai Golkar.

Dia juga sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Sulbar

Haanuddin memiliki 8 saudara. Saudara-saudaranya juga sebagian besar terjun ke dunia politik.

Adiknya Rahmad Mas'ud kini menjabat Wakil Walikota Balikpapan, Rudi Mas'ud kini Anggota DPR RI dan Abdul Gafur Mas'ud yang menjabat Bupati Penajam Pasir Utara (kader Partai Demokrat). 

Bagikan 2 Ton Sembako

Haji Hasanuddin Masud membagikan 2 ton paket kebutuhan pokok dan lainnya kepada korban gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat ( Sulbar ).

Ini merupakan bentuk kepedulian dia terhadap korban bencana alam di kampung halamannya.

Rencananya, paket bantuan tersebut didistribusikan pada Sabtu (23/1/2021) siang.

Hasanuddin Mas'ud memilih 4 lokasi pengungsian atau titik terdampak gempa sebagai sasaran distribusi.

Keempatnya merupakan daerah terisolir dan terpencil.

Keempat titik distribusi, yakni Desa Ulumanda, Desa Popenga, dan Desa Kabiraan di Kecamatan Ulumanda, Majene; lalu di Pulau Karampuang, Mamuju.

Perwakilan keluarga Hasanuddin Mas'ud, Bona Sitorus mengatakan, distribusi bantuan akan dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter bantuan TNI AU.

"Supaya sembako itu tidak terabaikan," kata Bona Sitorus, Jumat (22/1/2021) malam.

Pada Jumat sore tadi, Bona Sitorus bersama dengan Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia atau FTI UMI, Dr Ir Zakir Sabara H Wata ST MT IPM ASEAN Eng melakukan survei titik pendaratan helikopter di Majene dan Mamuju.

Survei dilakukan dengan menggunakan helikopter milik BNPB Heli MI-8AMT RA-24699.

Bona mengatakan, distribusi bantuan menggunakan helikopter dimaksudkan agar bantuan cepat sampai ke tangan pengungsi.

Hal ini juga sesuai dengan saran dari Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan Mahasiswa FTI UMI.

Tim dari FTI UMI telah menembus 2 desa di Kecamatan Ulumanda, yakni Desa Kabiraan dan Ulumanda pada Ahad atau Minggu (17/1/2021) lalu.

Mereka menemukan fakta bahwa ada 6 desa di Ulumanda belum tersentuh bantuan hingga H-2 gempa bumi, padahal Ulumanda merupakan daerah paling terdampak gempa dan dekat dengan pusat gempa.

Lambatnya distribusi bantuan ke Ulumanda karena banyaknya longsor yang memutus akses jalan hingga membuat 6 desa terisolir.

Zakir Sabara H Wata kemudian "berteriak" meminta bantuan helikopter untuk mendistribusikan bantuan ke 6 desa itu.

Merespon "teriakan" itu, pada Rabu (20/1/2021) lalu, sebanyak 2 helikopter diterbangkan dari KRI dr Soeharso (SHS) – 990 yang berlabuh di dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju, Sulbar, menuju Desa Ulumanda dan Panggalo.

Helikopter tersebut membawa bantuan dari KRI dr Soeharso (SHS) – 990.

Untuk bantuan dari Hasanuddin Mas'ud, Bona Sitorus mengatakan, bantuan 2 ton bahan pokok kemungkinan beberapa kali angkut.

"Ada helikopter berkapasitas (daya angkut) 1 ton. Kalau pakai itu, mungkin 2 atau 3 kali angkut. Ada yang 400 Kg. Kami masih koordinasi dengan TNI AU soal helikopter yang akan dipakai, besok," kata Bona Sitorus.

Helikopter tersebut akan terbang dari Bandara Tampa Padang, Mamuju, kemudian mendarat di ibu kota Majene untuk mengambil barang bantuan, selanjutnya menuju ke titik distribusi.

"Barangnya beli di Mamuju dan Majene," kata Bona Sitorus.

Bantuan 2 ton itu hanya dari pribadi Hasanuddin Mas'ud, beda dengan saudara-saudaranya.

Hasanuddin Mas'ud bersaudara dengan Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud, dan anggota DPR RI Rudy Mas'ud.

Abdul Gafur Mas'ud, kata Bona Sitorus, sudah mendistribusikan bantuan pribadinya bersama dengan Rahmad Mas'ud pada Sabtu (16/1/2021) lalu.

Saat itu, Abdul Gafur Mas'ud menggunakan helikopter S76C++ milik Pelita Air.

Dia membawa bahan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan balita yang didistribusikan di Majene dan Mamuju.

Editor: Ilham Arsyam
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved