Breaking News:

Kasus Ruda Paksa di Sulsel

LPSK Prihatin Ruda Paksa Difabel di Sulsel Kian Banyak,Ada di Makassar,Soppeng,Makassar,& Enrekang

Amat memprihatinkan,ruda paksa difabel di SUlsel kian marak.Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut ada di Makassar,Soppeng,dan Enrekang

dok.tribun
Wakil Ketua LPSK Livia Intania DF Iskandar di Redaksi Tribun Timur, Makassar, Kamis 21 Januari 2021. 

TRIBUN-TIIMUR.COM, MAKASSAR – Kabar buruk, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) prihatin dengan kondisi Sulsel yang marak terjadi tindak kekerasan dan ruda paksa difabel. Sungguh sangat memprihatinkan, ruda paksa difabel di Sulsel kian marak. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terjadi di Makassar, Soppeng, dan Enrekang

Melalui rilis Humas LPSK Irfan Maulana, yang diterima Tribun-Timur.com, Minggu (24/1/2021) malam, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengecam keras tindakan asusila terhadap perempuan difabel di bawah umur yang dilakukan oleh tiga orang pria di Kota Makassar.

Kasus tersebut telah ditangani polisi. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memuji langkah pihak kepolisian yang langsung memburu dan telah menangkap pelaku.

Korban telah dikunjungi LPSK. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah melakukan tindakan proaktif kepada korban anak tersebut dengan menyambangi kediamannya untuk menawarkan perlindungan.

 Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), mengunjungi Kantor Tribun Timur, di Jl. Cendrawasih, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Kamis (21/1/2021).
 Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), mengunjungi Kantor Tribun Timur, di Jl. Cendrawasih, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Kamis (21/1/2021). (TRIBUN TIMUR/M ABDIWAN)

Menurut Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar, dalam pertemuan dengan keluarga korban, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyimpulkan bahwa korban membutuhkan perlindungan ekstra dan sangat membutuhkan pendampingan dalam menjalani proses hukum ke depan.

“Kami lega keluarga korban bersedia untuk mengajukan perlindungan kepada LPSK, selanjutnya kami akan langsung telaah permohonan perlindungannya” kata Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar.

Lebih lanjut Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar, menyatakan, kasus asusila terhadap perempuan dan anak penyandang disabilitas perlu mendapatkan atensi khusus dari seluruh pihak. “Kami akan terus menyoroti perkara-perkara tersebut,” tegas Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar.

Hingga kini, lanjut Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sedang memberikan perlindungan kepada sebanyak 14 korban tindak pidana dengan status penyandang disabilitas selama tahun 2020-2021.

 “Sebagian besar dari mereka yang kami lindungi merupakan korban kekerasan asusila dan ruda paksa,” ujar Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyalurkan kompensasi kepada korban terorisme di Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dilaksanakan di Hotel The Rinra, Makassar, Jumat (2212021). Nilai kompensasi yang diserahkan yaitu Rp 250 juta bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Korban luka berat diberikan Rp 210 juta. tribun timur muhammad abdiwan
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyalurkan kompensasi kepada korban terorisme di Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dilaksanakan di Hotel The Rinra, Makassar, Jumat (2212021). Nilai kompensasi yang diserahkan yaitu Rp 250 juta bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Korban luka berat diberikan Rp 210 juta. tribun timur muhammad abdiwan (TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN)

Secara khusus, saat berada di Makassar, Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar,

Halaman
123
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved