Breaking News:

Tribun Wajo

Ikan Sapu-sapu Bakalan Jadi Pakan Ternak, Dinas Perikanan dan Kelautan Wajo Anggarkan Rp 60 Juta

Ikan sapu-sapu atau ikan tokke' (glyptoperichthys gibbiceps) masih menjadi masalah bagi nelayan di Danau Tempe.

ist
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wajo, Nasfari. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Ikan sapu-sapu atau ikan tokke' (glyptoperichthys gibbiceps) masih menjadi masalah bagi nelayan di Danau Tempe.

Sudah tiga tahun terakhir, populasi ikan sapu-sapu kian meresahkan para nelayan.

Bahkan, ikan tersebut dianggap hama lantaran merusak jaring dan tak memiliki nilai jual.

Salah satu upaya penanganan dan pemanfaatan ikan sapu-sapu, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wajo menganggarkan Rp 60.000.000 di APBD 2021.

"Anggarannya tahun ini sudah ada 60 juta, itu kita bagi untuk penelitian dan pengolahan ikan sapu-sapu supaya bermanfaat," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wajo, Nasfari, Kamis (21/1/2021).

Nasfari menyebutkan, penelitian tersebut dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah meneken MoU. Adalah Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Kita sudah ajak UMI dan Unhas lakukan penelitian dan itu sudah berjalan, salah satu hasilnya adalah bagaimana ikan sapu-sapu ini diolah menjadi pakan ternak. Kita juga sementara mengajak Universitas Bosowa," katanya.

Selain mengolah ikan sapu-sapu menjadi pakan ternak, Nasfari juga menyebutkan, pihaknya sementara mengupayakan bagaimana ikan sapu-sapu itu bisa dikonsumsi.

"Kita upayakan bisa dikonsumsi, kita perlu kajian. Agar tahu di dalam tubuh ikan itu tidak mengandung timbal, pestisida, dan bahan berbahaya lainnya," katanya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved