Breaking News:

Tidak Ada Tim Pemulasaran Jenazah Covid di Kabupaten Wajo.

ada beberapa kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Wajo, khususnya Tim Satgas Penanganan Covid-19.

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, drg Armin. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Angka penyebaran virus corona di Kabupaten Wajo cukup tinggi. Bahkan, positivity rate mencapai angka 23,5%, yang artinya dari 100 orang, 23 diantaranya terkonfirmasi terpapar virus corona.

Angka itu sangat tinggi ketimbang standar WHO, yang hanya 5%. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, drg Armin, ada beberapa kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Wajo, khususnya Tim Satgas Penanganan Covid-19.

Pertama, masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

"Masih banyak masyarakat yang tidak taat prokes, di pesta, tempat umum, kami sudah sampaikan pembatasan ke satgas. Ini yang memicu tingginya terkonfirmasi (Covid) di Wajo," katanya, Selasa (19/1/2021).

Menerapkan protokol kesehatan, yakni 5M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Kendala kedua, menurut mantan Direktur RSUD Siwa itu adalah tidak adanya tim pemulasaran jenazah di Kabupaten Wajo.

"Bahkan kemarin kami minta tolong ke kabupaten lain untuk mengurus jenazah yang terkonfirmasi Covid," katanya.

Kendala ketiga adalah banyak masyarakat yang terpapar virus SARS-Cov-2, nama lain Covid-19, enggan mengikuti program wisata duta Covid-19.

Padahal, amat berisiko apabila satu orang terpapar virus corona dan hanya menjalani isolasi mandiri. Apalagi, tanpa kesadaran dan pengawasan ketat.

Transmission rate Covid-19 sendiri adalah satu orang bisa menularkan ke dua orang. "Salah satu kluster terbanyak di Kabupaten Wajo adalah kluster keluarga," sambung drg Armin.

Saat ini, Kabupaten Wajo masuk dalam kategori zona oranye penyebaran virus corona.

Ada 633 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bumi Lamaddukelleng sejak April 2020 lalu. Dengan rincian 19 orang dalam perawatan, 83 menjalani isolasi, 10 orang telah meninggal dunia, dan 521 orang dinyatakan sembuh.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved