Breaking News:

Tribun Takalar

Warga Takalar Diteror Bom oleh OTK, Ada Hubungannya Penangkapan Teroris?

OTK itu meninggalkan surat kepada pemilik toko campuran. Ancamannya, jika tidak menyerahkan uang Rp50 Juta maka bom akan diledakkan. 

ist
Ilustrasi Teror Bom 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Sebuah toko campuran di Dusun Kunjung Mae, Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, diteror oleh orang tak dikenal (OTK).

OTK itu meninggalkan surat kepada pemilik toko campuran.

Ancamannya, jika tidak menyerahkan uang Rp50 Juta maka bom akan diledakkan. 

Dari informasi yang beredar, OTK itu mengatasnamakan atau mengaku dirinya dari kelompok Al Tauhid.

Pemilik toko, Haja Rostia mengaku dirinya didatangi oleh seorang pria tak dikenal menggunakan sepeda motor, lalu meninggalkan surat ancaman.

Dikatakan, ada dua surat yang ditinggalkan oleh OTK tersebut.

Isi suratnya, pelaku meminta uang Rp50 juta, jika tidak menyerahkan, maka bom akan diledakkan. 

"Ada tadi orang datang pakai motor bawa surat ke toko. Katanya kalau tidak sanggup bayar Rp50 juta, dia (OTK) kasi meledak (toko)," ujarnya, Minggu (17/1/2021) dini hari. 

Usai menerima surat, dirinya pun bergegas menutup toko dan melaporkan aksi ancaman teror bom itu ke pihak kepolisian. "Jadi saya cepat tutup toko dan langsung melapor ke polisi," bebernya. 

Menurutnya, ciri-ciri pelaku berpostur kurus dan tinggi, mengenakan masker, jaket hitam, dan celana setinggi lutut.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Syam
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved