Tribun Wiki
TRIBUN WIKI: Sejarah Singkat Dibalik Monumen Peringatan Pertempuran Bosa di Desa Toddopuli Luwu
Sebuah monumen berdiri kokoh tepat di depan Masjid Nurul Huda, Desa Toddopuli, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
TRIBUNLUWU.COM, BUA - Sebuah monumen berdiri kokoh tepat di depan Masjid Nurul Huda, Desa Toddopuli, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Atau di Jalan Trans Sulawesi poros Makassar-Palopo kilometer 355.
Informasi dihimpun tribun-timur.com, Senin (4/1/2021) sore, monumen tersebut adalah Menomen Peringatan Pertempuran Bosa.
Dibangun pada pertengahan tahun 1980-an dengan ketua panitia pembangunan Andi Massola.
Pada bangunan monumen, tertulis peristiwa/pertempuran Bosa antara anggota Bn.D Ponrang PRI/PKR Luwu dengan tentara Belanda (NICA) 26 Januari 1946.
Terdapat pula kalimat pattimpa bajae dan toddopuli temmalara.
Lengkap dengan lambang garuda di atas monumen.
Pertempuran Bosa atau pertempuran jembatan Bosa salah satu perlawanan Wija To Luwu.
Terhadap Nederlandsch Indie Civil Administration (NICA) dan Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) yang ingin kembali menguasai Indonesia pasca kemerdekaan.
Masita (2017) dalam penelitiannya menyebut perlawanan terhadap NICA di Palopo dan sekitarnya (Luwu) terjadi pada tahun 1946 sampai 1950.
Pertempuran Bosa terjadi setelah NICA dan pasukan KNIL berhasil melalui penghadangan Pemuda Republik Indonesia (PRI) Bua Buntu Samppodo.
Pasukan KNIL yang berkekuatan dua kompi kembali dihadang oleh PRI Ponrang.
Kesatuan pemuda Ponrang yang di kirim ke Bua dipimpin oleh Kaja dan Oddang.
Pasukan mereka kemudian di bagi dalam dua kelompok yang masing-masing dipimpin oleh Kaja, Oddang, dan Abu Bakar/Dahari.
Sementara itu pasukan Bua Peleton III kompi Karang-karangan juga bergabung dengan pasukan Batalion Ponrang.
Untuk menghadan NICA dan pasukan KNIL, mereka terlebih dahulu merusak jembatan Bosa.
Dalam pertempuran yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu, beberapa pemuda pejuang Ponrang gugur.
Antar lain Maju, Riu, Matta, dan Duruse (meninggal dua tahun kemudian karena luka-luka yang diderita).
Selain itu, beberapa orang yang dianggap telah mati antara lain Abubakar dan Saddakati.
Dalam pertempuran itu, juga menyebabkan beberapa orang pemuda pejuang Ponrang tertangkap oleh pasukan Belanda.
Antara lain Kapeng, Rangga, dan Asis.
Pada saat itu juga, kelompok pemuda bergerak untuk membunuh kaki tangan NICA yaitu Klerek Mahmud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/monumen-peringatan-pertempuran-bosa-di-desa-toddopuli-kecamatan-bua-kabupaten-luwu.jpg)