Bripda Eka Safitriani, Cewek Wajo Anggota Brimob Polda Sulsel
Menenteng senjata laras panjang, mengenakan helm anti peluru dan mengenakan masker hitam.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
"Kalau saya suka latihannya Brimob, semacam GAG yang menantang di hutan," ujar Bripda Eka.
Hal menantang bagi Bripda Eka merupakan kegemaran yang digeluti sejak duduk di bangku SMA.
Terbukti dengan ia menyandang status sebagai salah satu atlet Pencak Silat tingkat Nasional.
"Kebetulan saya atlet Pencak Silat di tingkat nasional semenjak di SMA. Sekarang sabuk biru," bebernya.
Dengan sabuk biru yang disandangnya itu kata dia, dirinya sudah diperbolehkan melatih.
Namun, ia mengaku masih merasa perlu belajar banyak.
Jika disuruh memilih, ia mengaku sangat mendambakan menjadi personel Pelopor. "Tapi tergantung pimpinan ditempatkan di mana saja," ucapnya.
Saat ditanya terkait personel sniper dari satuan Brimob, Bripda Eka juga mengaku sangat berminat." Siap, mau," kata dia.
Terpisah Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis mengatakan, kehadiran Eka di satuannya memang sangat diperlukan.
Khususnya di satuan Gegana. Pasalnya, kata Muhammad Anis, Detasemen Gegena Brimob Polda Sulsel saat ini masih membutuhkan personel tambahan.
"Tentunya kita akan libatkan dalam penugasan-penugasan khusus. Sekarang kan masih pembinaan, kalau sudah bagus, kemungkinan kita akan tempatkan di Gegana," ungkap Muhammad Anis.
Sekedar diketahui, Detasemen Gegana merupakan unit yang bertugas menangani anti teror. Aksi-aksi tim Gegana di sejumlah lokasi teror di Indonesia telah marak terlihat di tangannya pemeberitaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bripda-eka-safitri-ani43dwsw.jpg)