Klaster Keluarga Picu Peningkatan Pasien Covid-19 di Sulsel
Transmisi lokal yang dimaksud, yaitu penularan secara masif tanpa adanya perjalanan sehingga penyebaran Covid-19
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Konsultan Satgas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Ridwan Amiruddin menilai penambahan Covid-19 di Sulsel disebabkan karena klaster keluarga, bukan klaster pemilihan kepala daerah (Pilkada).
"Yang banyak di Sulsel adalah kluster keluarga, bukan Pilkada. Namun banyak aspek yang berkontribusi," kata Ridwan via pesan WhatsApp, Senin (14/12/2020).
Menurut dia, peningkatan kasus virus di Sulsel dipengaruhi beberapa hal, seperti transmisi lokal serta adanya peningkatan jumlah isolasi mandiri sekitar 35 persen.
Transmisi lokal yang dimaksud, yaitu penularan secara masif tanpa adanya perjalanan sehingga penyebaran Covid-19 terjadi di lingkungan rutinitas atau aktivitas harian seseorang.
"Isolasi mandiri akan kita kurangi dengan mendorong isolasi secara terpusat di Hotel duta wisata Covid-19 terdekat," katanya.
Wisata Covid-19 merupakan program Pemerintah Provinsi Sulsel dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 Sulsel dengan memisahkan pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan pasien disertai penyakit penyerta yang dirawat di rumah sakit.
Pemprov Sulsel saat ini menginisiasi regionalisasi Wisata Covid-19 di lima daerah, seperti Kota Palopo, Parepare, Kabupaten Bantaeng, Wajo, dan Bone.
Saat ini, Wisata Covid-19 mulai hadir di Kota Palopo dan sedang direncanakan untuk empat wilayah lainnya.
Data terakhir Satgas Penanganan COVID-19 Sulsel per Minggu (13/12/2020) menunjukkan jumlah kasus pada hari ke-269 pandemi Covid-19 hadir di Sulsel, terjadi kenaikan 318 pasien menjadi 23.199 pasien.
Angka tersebut menjadi rekor terbanyak kedua. Angka tertinggi sebelumnya di angka 345 pasien terkonfirmasi pada (7/12/2020).
Sementara untuk pasien sembuh naik 96 pasien menjadi 19.472 pasien.
Untuk pasien positif yang meninggal bertambah 4 pasien, di angka 531 pasien.
Artinya, pasien aktif di angka 3.196 pasien. Tersebar di rumah sakit rujukan di seluruh daerah dan hotel duta covid-19.