Breaking News:

Arah Baru Peta Politik Sulsel

Citizen Analisis: Sepenggal catatan Pasca-Pilwali Makassar 2020 ‘DANNY’ ATAU DP

Jejak digital mengungkap pasang surut perjalanan karier politik seorang Muhammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto sejak beberapa tahun silam

Citizen Analisis: Sepenggal catatan Pasca-Pilwali Makassar 2020  ‘DANNY’ ATAU DP
facebook.com
Rusman Madjulekka

Oleh Rusman Madjulekka

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gemerlap panggung politik kerap membuai seseorang. Popularitas dan materi yang menempel, bahkan tak jarang mengubah perangai dan perilakunya bak selebritas kaget-kagetan.

Jejak digital mengungkap pasang surut perjalanan karier politik seorang Muhammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto sejak beberapa tahun silam hingga menjelma menjadi ikon politik seperti sekarang bak kisah dongeng. Anak seorang guru yang berasal dari lorong di sudut kota Makassar ini sebelumnya jauh dari publikasi dan sorotan lampu.

Bahkan saat momen diperkenalkan sebagai rekrutan baru di percaturan politik kota Makassar, Danny-begitu ia akrab disapa- datang dengan embel-embel arsitek dengan menenteng tas. Isinya kertas-kertas gambar karya desainnya. "Tabe….tabe (permisi,red), ” ucap Danny menerobos kerumunan wartawan saat dipanggil Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Walikota Makassar, maju ke depan podium. Tak satu pun yang mengenali Danny ketika itu.
***
Pesta demokrasi dipenghujung tahun 2020 sudah usai. Danny atau Danny Pomanto (DP) yang berpasangan dengan Fatmawati Rusdi unggul pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Makassar 2020.

Sejak awal beberapa pengamat sudah memprediksi Pilwali Makassar 2020 menjadi satu kontestasi ‘terpanas’ di Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) serentak tahun 2020.

Pertama, karena aroma kontestasi yang masih diliputi tragedi kemenangan kotak kosong pada Pilwali 2018. Kedua, adanya konfigurasi elite politik yang sangat keras di mana aktor kunci yang bertarung di Pilwali Makassar 2018 berjumpa kembali di kontestasi 2020.

Memang perjalanan dan proses Pilwali kali ini menguras banyak energi, pikiran dan perasaan. Diwarnai dengan berbagai ketegangan, perang urat syaraf, dan insiden.Bahkan, ada yang memperkirakan bakal berlanjut sampai ke MK. Namun faktanya, boleh dibilang berakhir anti klimaks. Semua rival Danny secara kesatria menerima hasil hitung cepat dan memberi ucapan selamat kepadanya.

Hanya saja, ibarat permainan sepakbola, dimasa injury time saat laga akan berakhir, disayangkan oleh penonton, karena pertandingan sempat ternoda.Menyusul beredarnya video rekaman DP yang berisi tudingan terhadap Jusuf Kalla (JK) terkait operasi tangkap tangan KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, beberapa hari menjelang hari pencoblosan. Kasusnya berujung pidana yang diproses aparat kepolisian.

Jurubicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah menyayangkan ucapan itu jika benar dilontarkan DP. “Danny seperti tidak punya lagi sopan santun sedikit pun kepada sosok yang dihormati semua kalangan,” ujar Husain dalam keterangannya, Sabtu (5/12).

Husain bahkan menyinggung soal falsafah orang Bugis-Makassar terkait adat dan istiadat dalam menghormati orang tua. “Saya yakin kalau orang Bugis-Makassar tidak gampang mengumbar fitnah seperti itu, karena secara budaya dan agama tahu resikonya, bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” sambungnya.

Halaman
12
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved