Breaking News:

Pilkada Pangkep 2020

Debat Terakhir Pilkada Pangkep, Soal Keterbukaan Informasi dan Korupsi, Ini Jawaban MYL-SS

MYL menegaskan, jadi yang paling penting masalah pengawasan diperketat, agar jika ada kebocoran yang bisa dimanfaatkan celah

ist
MYL-SS di debat terakhir Pilkada Pangkep 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Pasangan calon nomor urut 1 (satu) Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dan Syahban Sammana (MYL-SS) dalam debat terakhir di Pilkada Pangkep, menjawab pertanyaan yang terkait keterbukaan informasi dalam pengadaan barang dan jasa, yang mengakibatkan adanya indikasi korupsi.

Muhammad Yusran Lalogau (MYL) menuturkan, jika yang paling penting dalam keterbukaan informasi barang dan jasa adalah pengawasan.

"Masyarakatpun melalui aplikasi bisa melakukan pengawasan. Jika ada masalah dalam pembangunan, tidak layak atau tidak selaras dari anggaran tersebut," ujar MYL dalam debat ketiga yang dilakasanakan Komisi Pmilihan Umum (KPU) Pangkep di hotel Claro Makassar, Senin, 30 November 2020.

MYL menegaskan, jadi yang paling penting masalah pengawasan diperketat, agar jika ada kebocoran yang bisa dimanfaatkan celah untuk hal yang tidak baik.

Sementara itu, Syahban Sammana menjelaskan untuk menghindari namanya kebocoran dalam pengadaan barang dan jasa sudah adanya aplikasi. Dalam pengadaan barang dan jasa.

"Kami ada lembaga kontrol, ada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP, ada Inspektorat pengawasan yang bisa bersinergi," ujar Syahban.

"Jadi tidak sembarang lagi melakukan pengadaan barang dan jasa," katanya.

Manurut Syahban, titik-titik rawan yang namanya korupsi sedapat mungkin kita bisa minimalisir.

"Konsisten dengan yang namanya penegakan hukum," kata Syahban.

Sementara pada sesi tentang budaya dan komunitas bissu yang ada di Kabupaten Pangkep.

Dalam jawabannya MYL mengatakan, jika nanti akan mengupayakan agar kita bisa melestarikan budaya kita sendiri.

"Masalah budaya di kabupaten Pangkep, dikenal seluruh masyarakat Indonesia, kami membuat sistem informasi cagar budaya dan wisata," ujarnya.

Yusran juga berharap pelibatan anak muda untuk bisa melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Pangkep.

"Berharap ke depan anak muda juga terlibat, jangan malu memiliki budaya, kita sendiri lestarikan budaya kita sendiri," katanya.

Sementara itu, Syahban Sammana menuturkan jika Bissu kalah promosi dengan daerah lain, kegiatan budaya yang akan ditampilkan.

"Kita menyediakan tanggal festival untuk budaya," jelasnya.

Editor: Imam Wahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved