Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Jalan Pettarani Makassar Minim U Turn, Warga Curiga Diarahkan ke Jalan Tol Berbayar

Tak ada jalan putaran (U Turn) di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Jl AP Pettarani Makassar macet, Jumat (27112020) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Tak ada jalan putaran (U Turn) di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar.

Sejumlah warga curiga, tak adanya jalan perputaran dari arah barat ke timur atau sebaliknya, adalah strategi mengarahkan pengendara untuk menggunakan jalan layang (fly over) tol Pettarani.

"Kalau dari Jalan Veteran, Tak ada jalan putar ke Pannakkukang. Putaran nanti ada di ujung (utara) Pettarani dan depan Telkom," kata Muhammad Anas (46), warga Jl RSI Faisal, Rappocini, Makassar.

Keluhan senada dikemukakan Wahyuddin, warga Jl Emmi Saelan. 

"jangan-jangan ini strategi pengelola jalan tol agar kita naik ke jalan tol," ujarnya, Sabtu (28/11/2020) siang.

Pengelola jalan tol layang Pettarani adalah Pt Makassar Metro Network, unit usaha Pt Nusantara Infrastruktur Tbk.

Dari pantauan Tribun,  Sabtu (28/11/2020), sepanjang 4,3 km hamya ada satu U Turn di poros jalan negara ini.

Proyek revitalisasi jalan terlebar di timur Indonesia ini, masih dikerjakan  kontraktor Pt Wika.

Progressnya merampungkan pengerasan di field project dan pembuatan saluran air buangan pascapengeboran untuk tiang pancang beton.

Di sepanjang tiang pancang (pile bore) jalan tol layang ditutup dengan separator beton.

Jika berbelok dari Jl Rappocini dan akan ke kawasan Panakkukang, misalnya, pengendara harus menyusuri sekitar 2,8 km ke arah utara, dan baru memutar di depan Makassar Digital Valley, sekitar SPBU utara Pettarani.

Di ujung selatan, akses U Turn hanya di depan gedung DPRD Kota Makassar dan depan Menara Phinisi UNM.

Sebulan sudah, proyek jalan layang berbayar (toll fly over) Pettarani, Makassar, rampung.
Penggunaan resminya dijadwalkan sebelum perayaan Tahun Baru 2021 sambil menunggu seremoni “pengguntingan pita” dari Presiden Joko Widodo.

Jalan layang sepanjang 4,3 km milik swasta, Nusantara Infrastruktur.  Proyek dikerjakan BUMN Wika dengan konsultan dari Jepang.

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved