Breaking News:

Warga Monginsidi Tewas Tergantung

Kasus Bunuh Diri Bisa Dicegah, Ini Penjelasan Psikolog

Kasus Bunuh Diri Bisa Dicegah, Bagaimana Caranya? Ini Penjelasan Psikolog. Bulan ini , ada beberapa kasus gantung diri terjadi di beberapa daerah

Dok Pribadi
Dosen Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Widyastuti 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus Bunuh Diri Bisa Dicegah, Bagaimana Caranya? Ini Penjelasan Psikolog.

Kasus gantung diri di Sulawesi Selatan terjadi lagi. Bahkan dalam bulan ini sudah ada beberapa kasus gantung diri yang terjadi di beberapa daerah.

Seperti kasus Sangkala (53) di Kota Makassar, dan MT (24) di Toraja Utara, dan hampir semuanya diduga memiliki motif yang sama, yaitu akibat depresi atau stress.

Dosen Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Widyastuti mengatakan, bunuh diri karena gantung diri itu karena adanya apa contoh kejadian yang ia lihat.

Sehingga mempengaruhi seseorang yang sudah memiliki keinginan bunuh diri untuk melakukan hal yang sama.

"Sebelumnya mungkin sudah ada keinginan (bunuh diri) dari korban. Lalu kemudian ada orang lain yang melakukan bunuh diri dengan gantung diri, sehingga ini menjadi contoh untuk melakukan hal yang sama," ujarnya, Senin (23/11/2020)

Lanjutnya, kasus bunuh diri seperti ini sebenarnya bisa dicegah. Dengan cara memberikan dukungan ke korban.

"Karena bunuh diri terjadi pada orang depresi, karena mereka merasa sudah tidak ada lagi jalan keluar. Apalagi jika lingkungan sekitar, utamanya keluarga tidak memberikan dukungan sosial kepada mereka," jelasnya.

Pendidikan agama juga penting dilakukan, agar korban memiliki pegangan sebelum melakukan hal tersebut.

"Lagi-lagi karena pelaku menganggap bahwa masalahnya sudah tidak memiliki lagi jalan keluar, jadi agama ini penting sebagai pegangan bahwa kejaiban-kejaiban itu bisa terjadi," terangnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya diberitakan Sangkala (53), warga Jl Monginsidi Baru, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di rumahnya.

Jenazahnya kemudian dibawa Tim Dokpol ke ruang Forensik Biddokkes Polda Sulsel untuk divisum, Minggu (22/11/2020) malam.

Oleh polisi, Sangkala diduga kuat menniggal dunia karena gantung diri. Pasalnya saat istri Sangkala pulang dari melayat, Sangkala seorang diri di rumah.

"Awalnya istrinya pamitan melayat karena ada keluarganya meninggal. Pas sampai rumah dia dapati suaminya sudah tergantug di pintu kamar," kata Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Nurtjahyana ditemui di lokasi.

Laporan tribuntimur.com, M Ikhsan

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved