Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Waspada Banjir

Masuk Transisi Musim Hujan, Ini Daerah di Makassar yang Berpotensi Banjir

Masuk Transisi Musim Hujan, Ini Daerah di Makassar yang Berpotensi Banjir. Musim hujan kali ini disertai dengan fenomena alam La Nina

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Makassar, Hanafi Hamza 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masuk Transisi Musim Hujan, Ini Daerah di Makassar yang Berpotensi Banjir

Saat ini Sulawesi Selatan memasuki masa transisi menuju musim hujan.

Namun, musim hujan kali ini disertai dengan fenomena alam yang disebut La Nina, yang mengakibatkan jumlah curah hujan menjadi bertambah.

Peningkatan curah hujan ini mencapai 20 hingga 40 persen, tergantung fenomena perubahan cuaca di wilayah masing-masing.

Adapaun wilayah yang intens akan diguyur hujan, yaitu pantai barat, mulai dari Kabupaten Barru, kemudian Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, termasuk Kota Makassar.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Makassar, Hanafi Hamza mengatakan, untuk daerah Makassar ada beberapa daerah yang rawan terkena banjir, yaitu daerah cekungan, daerah penampungan air/rawa-rawa, yang saat ini dibeton untuk dijadikan perumahan.

"Ada beberapa daerah seperti di, BTN Antara, Daya, Batua atau Toa Daeng Tiga. Atau daerah yang dulunya daerah cekungan atau penampungan air, yang saat ini dibeton, jadi hujan yang jatuh tertampung," ujarnya Sabtu (21/11/2020).

Lanjutnya, daerah yang saluran airnya juga kurang bagus akan rawan banjir. 

"Penakukang dan Pettarani itu juga rawan, karena salurannya itu kurang bagus. Bisa kita lihat saluran resapan air disana sedikit, padahal harusnya ada area resapan air yang membuat air hujan bisa terus mengalir," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar saluran air harus dipastikan tidak tersumbat, agar air hujan bisa mengalir, sehingga tidak terjadi genangan.

"Yang bisa kita lakukan sekarang adalah, apabila disuatu daerah mengalami curah hujan, maka curah hujan itu harus segera mengalir. Jadi yang sederhana saja, misalkan selokan-selokan harus dipastikan bahwa alirannya bisa sampai ke kanal-kanal. Dan kanal ini juga penting, bagaimana kalau ada debit air yang besar, bisa segera mengalir ke laut. Karena pengaruh La Nina ini bisa sampai Maret 2021," tutupnya.

Laporan tribuntimur.com, M Ikhsan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved