Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cerita dari Enrekang 

Negeri di Atas Cahaya

Terhampar berundak mengikuti kontur tanah Bumi Massenrempulu nan sentosa.

Editor: Imam Wahyudi
Ohe Syam Suharso
Panorama keindahan kelap-kelip lampu di perkebunan bawang merah disaksikan dari puncak Gunung Lakawan, Enrekang. 

Yang menikmati dalam sunyi, merangkai puisi tentang semesta.

Mencipta tiga kata untuk julukan baru Enrekang. 'NEGERI DI ATAS CAHAYA’.

Tanah Tertinggi di Sulawesi

Enrekang adalah anugerah bagi Sulawesi Selatan.

Sebab di kabupaten penghasil beras ketan termahal di dunia ini, Pulu' Mandoti, Tuhan menempatkan tanah tertinggi Pulau Sulawesi.

Namanya Puncak Rante Mario, satu dari tujuh puncak di Pegunungan Latimojong dengan ketinggian 3.478 meter di atas permukaan laut.

Rante Mario, yang lazimnya disebut Gunung Latimojong saja, satu dari 7 puncak tertinggi di Indonesia.

Anak-anak gunung menyebutnya seven summit.

Enam gunung lainnya adalah Semeru di Pulau Jawa, Rinjani di Pulau Nusa Tenggara, Kinabalu mewakili Pulau Kalimantan, Binaiyya  ada di Pulau Maluku, Kerinci di Pulau Sumatera dan Cartens yang paling tinggi di Indonesia dan bersalju, ada di Pulau Papua.

Melansir enrekangkab.go.id, luas wilayah kabupaten dengan nama lain Massrenmpulu ini adalah 1.786,01 km² dengan jumlah penduduk kurang lebih 190.579 jiwa.

Ada 12 kecamatan dengan 17 kelurahan dan 113 desa di Enrekang.

Massenrempulu artinya meminggir gunung atau menyusur gunung.

Sedangkan sebutan Enrekang dari kata endeg yang artinya naik dari atau panjat. Dari sinilah asal mula  sebutan Endekan lalu menjadi Enrekang.

Dari segi sosial budaya, masyarakat Kabupaten Enrekang memiliki kekhasan tersendiri.

Hal tersebut disebabkan karena kebudayaan Enrekang (Massenrempulu) berada di antara kebudayaan Bugis, Mandar dan Tana Toraja.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved