Tribun Wiki
Sejarah Perjuangan Pembentukan dan Demografi Sulawesi Barat
Sejarah Perjuangan Pembentukan dan Demografi Sulawesi Barat, Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat telah diperjuangkan sejak tahun 1960.
Penulis: Nurhadi | Editor: Hasriyani Latif
Balanipa di Onder Afdeling Polewali (dipimpin oleh Ambo Caca Daeng Magasing); Binuang di Onder Afdeling Polewali; Sendana di Onder Afdeling Majene;
Banggae/Majene di Onder Afdeling Majene;
Pamboang di Onder Afdeling Majene;
Mamuju di Onder Afdeling Mamuju;
Tappalang di Onder Afdeling Mamuju.
Bahasa
Bahasa resmi instansi pemerintahan di Sulawesi Barat adalah bahasa Indonesia. Hingga 2019, Badan Bahasa mencatat ada 9 bahasa daerah di Sulawesi Barat.
Kesembilan bahasa tersebut adalah: (1) Baras, (2) Benggaulu, (3) Budong-Budong, (4) Kone-Konee, (5) Mamasa, (6) Mamuju, (7) Mandar, (8) Pannei, dan (9) Topoiyo.
Agama
Provinsi Sulawesi Barat dikenal juga sebagai daerah yang memiliki keragaman agama. Penganut Agama Islam 82.22%, Protestan 14.82% , Katolik 1.47%, Hindu 1.25% , Budha 0.04%, Konghucu 0.01% dan Aliran Kepercayaan lainnya 0.19%.
Agama Menurut Kabupaten di Sulawesi Barat (2016)
Majene, penduduk Islam mencapai 99.75%, Protestan 0.10%, Katolok 0.10%, Hindu 0.02%, Budha 0.03%, Konghucu dan aliran kepercayaan lainnya 0.00%.
Mamasa penduduk Islam 20.29%, Protestan 70.80%, Katolik 4.35%, Hindu 2.92% , Budha 0.01%, Konghucu 0.01% dan Aliran kepercayaan lainnya 1.62%.
Mamuju penduduk Islam 81.61%, Protestan 16.61% , Katolik 0.87%, Hindu 0.88% , Budha 0.02%, Konghucu 0.01% serta Aliran kepercayaan lainnya 0.00%.
Mamuju Tengah penduduk Islam 80.24%, Protestan 12.90% , Katolik 2.18%, Hindu 4.57%, Budha 0.10%, Konghucu 0.01% dan Aliran Kepercayaan lainnya 0.01%.
Pasangkayu penduduk Islam 86.98%, Protestan 6.99%, Katolik 1.83% , Hindu 4.19%, Budha 0.01% , Konghucu 0.01% serta aliran Kepercayaan lainnya 0.00%.
Polewali Mandar penduduk Islam 96.00%, Protestan 2.77%, Katolik 1.00% , Hindu 0.19%, Budha 0.04%, Konghucu dan Aliran Kepercayaan lainnya 0.00%.
Daftar Gubernur dan Wakil Gubernur
Oentarto Sindung Mawardi sebagai penjabat sementara dari 16 Oktober 2004 hingga 21 Oktober 2005. Oentarto sebelumnya menjabat Dirjen Otda Depdagri kemudian dilantik oleh Hari Sabarno Mendagri saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kantor-gubernur-sulbar-2742020.jpg)