Mahfud MD
Bukan Jokowi Tapi Mahfud MD yang Komentari Isu Jenderal Gatot Nurmantyo dan Habib Rizieq Shihab
Bukan Jokowi Tapi Mahfud MD yang Komentari isu terkini Jenderal Gatot Nurmantyo dan Habib Rizieq Shihab
TRIBUN-TIMUR.COM - Menkopolhukam Jokowi, Mahfud MD, mengomentari dua isu terkini terkait Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo dan Habib Rizieq Shihab.
Gatot Nurmantyo jadi pembahasan karena tidak menghadiri upacara penyematan penghargaan Bintang Mahaputera di Istana Negara yang dihadiri langsung Presiden jokowi.
Sementara informasi Habib Rizieq Shihab sepulang dari Mekah juga menyita perhatian publik.
Inilah Bukti Kedekatan Anies Baswedan dan Rizieq Shihab, Tengku Zulkarnaen Saksinya di Petamburan
Silsilah Lengkap Habib Rizieq Shihab, Siapa Syarifah Najwa Shihab?
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tetap mendapat tanda kehormatan bintang mahaputera meski tak hadir dalam upacara penganugerahan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/11/2020).
Menurut Mahfud, meski tak hadir dalam upacara, Gatot tetap menyatakan menerima tanda kehormatan itu.
"Oh ya, iya (tetap dapat tanda kehormatan). Nanti dikirim melalui sekretaris militer," kata Mahfud melalui keterangan pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.
"Beliau kan mengatakan di sini ya, apa namanya, beliau menyatakan menerima ini (bintang mahaputera), hanya tidak bisa hadir penyematannya," tuturnya.
Mahfud MD menyebut, Gatot Nurmanyo telah mengirim surat ke Istana Negara menyampaikan ketidakhadirannya dalam upacara penganugerahan bintang mahaputra.
Bersamaan dengan surat tersebut, Gatot menyatakan bahwa dirinya tetap menerima pemberian tanda jasa itu.
"Dalam suratnya, Pak Gatot Nurmantyo itu menyatakan menerima, menerima pemberian bintang jasa ini tetapi beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan," ujar Mahfud.
Adapun alasan ketidakhadiran Gatot dalam upacara tersebut adalah adanya pandemi Covid-19.
Namun demikian, menurut Mahfud, upacara ini digelar justru karena penyesuaian dengan pandemi.
Awalnya, upacara ini akan digelar pada Agustus 2020. Tetapi, ketika itu tokoh yang akan diberi tanda kehormatan sudah banyak.
Sehingga, upacara yang semula direncanakan digelar Agustus diundur hingga November ini.
"Jadi kalau diberikan tanggal sekarang ini ya karena memang sistem bulan Agustus itu disepakati untuk dipecah dua kali agar tidak berkerumun. Bahwa Covid kita sudah melihat sendiri ada protokol kesehatan yang ketat baik sebelum masuk ke sini maupun ketika akan masuk ketika di dalam. Itu sudah ada protokol kesehatan," kata Mahfud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/menko-jokowi-mahfud-md-gatot-nurmantyo-dan-habib-rizieq-shihab.jpg)