Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar

Info Terbaru Pembakaran Posko Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi, Polisi Amankan Ini

Informasi terbaru kasus pembakaran posko Danny Pomanto - Fatmawati Rusdi, kepolisian resort (Polres) Kota Makassar sudah mengamankan alat bukti. 

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Posko Danny dibakar - Suasana lokasi pembakaran salah satu paslon walikota di Jl Lamadukelleng, Makassar, terpantau Selasa (10112020) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Enam pelaku pembakaran posko Danny Pomanto - Fatmawati masih terus dicari pihak kepolisian.

Setelah membakar Pos Pemenangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto - Fatmawati Rusdi , Jl Lamaddukelleng, Maipa, Makassar, Selasa (10/11/2020), pelaku kabur.

Kejadian menimbulkan satu orang terluka setelah jatuh ke got karena dikejar pelaku. 

Informasi terbaru kasus pembakaran posko Danny Pomanto - Fatmawati Rusdi, kepolisian resort (Polres) Kota Makassar sudah mengamankan alat bukti. 

Kepolisian menduga pelaku pembakaran posko Danny Pomanto - Fatmawati Rusdi menggunakan bom molotov.

Hal itu diketahui dari adanya serpihan kaca yang ditemukan di posko pemenangan.

"Untuk saksi-saksi sudah dilakukan pemeriksaan di Polrestabes Makassar, dan barang bukti yang ditemukan di lokasi yaitu satu botol (serpihan) yang diperkiranan bom molotov," kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriady Idrus.

Para saksi yang dimintai keterangan dalam peristiwa itu pun telah diperbolehkan pulang usai pemeriksaan.

Selain barang bukti, botol molotov polisi juga mengamankan seunit motor diduga milik pelaku. Namun kata dia, kecurigaan itu masih didalami.

Dari pemeriksaan terhadap saksi yang ada, pelaku pelemparan molotov itu diperkiranan berjumlah enam orang.

Saat melancarkan aksinya, ke enam pelaku sempat didapati oleh seorang warga.

"Pelaku diperkirakan enam orang mengendarai roda dua sempat ketemu dengan saksi atau yang melihat langsung pada saat kejadian di lokasi," ujar Haji Edy.

Kuat dugaan pelemparan molotov itu erat kaitannya dengan unsur atau manuver politik lantaran terjadi pada momentum Pilwali Kota Makassar.

Namun demikian, kata Haji Edy, pihaknya belum menyimpulkan apakah aksi pembakaran posko itu merupakan motif politik.

"Kalau unsur politik karena pelaku masih dalam pengembangan, saya kira kita jangan terlalu dini menyimpulkan terkait pelaku. Kita Masih melakukan pendalaman," terang Haji Edy.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved