Juru Bicara Kremlin Bantah Putin Mengundurkan Diri sebagai Presiden Rusia
Mengutip Al Jazeera, pernyataan Peskov muncul setelah laporan The Sun mengatakan, Vladimir Putin berencana berhenti jadi Presiden Rusia
Undang-uUndang Soal Kekebalan bagi Mantan Presiden Rusia
Al Jazeera menulis, laporan soal rumor kesehatan Vladimir Putin muncul setelah majelis legislatif Rusia mengusulkan undang -undang yang dapat memberikan kekebalan bagi mantan presiden Rusia.
Rancangan Undang-Undang (RUU) baru itu, Presiden Rusia dapat bebas dari penuntutan pidana dalam hidup mereka, tidak hanya saat menjabat.
Lalu, RUU itu, yang diterbitkan di situs web pemerintah merupakan satu dari beberapa yang diperkenalkan setelah reformasi konstitusi.
Sebelumnya, RUU lain yang dipublikasikan ialah yang memungkinkan Vladimir Putin mencalonkan diri kembali ketika masa jabatannya berakhir pada 2024.
RUU baru juga akan membuat lebih sulit untuk mencabut kekebalan mantan presiden yang diperluas.
Majelis tinggi Parlemen harus memberikan suara yang sangat banyak untuk mencabutnya karena kuatnya tuduhan majelis rendah bahwa presiden telah melakukan pengkhianatan atau kejahatan serius lainnya.
RUU itu akan menjadi undang-undang jika majelis rendah memberikan suara untuk menyetujuinya dalam tiga pembacaan, majelis tinggi mendukungnya, dan Putin kemudian menandatanganinya.
Putin pertama kali terpilih sebagai presiden Rusia pada tahun 2000.
Dia telah melayani lebih lama daripada politisi Rusia atau Soviet mana pun sejak awal 1950-an.
Kemungkinan, Vladimir Putin akan menjadi salah satu pemimpin terlama di negaranya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "https://www.tribunnews.com/internasional/2020/11/07/kremlin-bantah-laporan-putin-akan-mundur-dari-jabatannya-karena-masalah-kesehatan," dan di Tribunjambi.com dengan judul "https://jambi.tribunnews.com/2020/11/07/presiden-rusia-presiden-vladimir-putin-mundur-juru-bicara-beberkan-fakta,".