Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Liputan di Balaikota Makassar, Wartawati ini Mengaku Dilecehkan Oknum Pegawai Honorer

Jurnalis media online itu mengaku dilecehkan secara verbal, oleh oknum pegawai honorer Pemkot Makassar.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
Insight Dice
Ilustrasi Pelecehan seksual 22092020 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - FT, seorang jurnalis perempuan atau wartawati di Kota Makassar, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat bertugas meliput di Kantor Balaikota Makassar, Jl Ahmad Yani, Rabu (4/11/2020) siang.

Jurnalis media online itu mengaku dilecehkan secara verbal, oleh oknum pegawai honorer Pemkot Makassar.

"Awal-awal itu dia liat-liat saya. Dia pantau begitu dari tangga, pas saya lewat dia panggil-panggil saya 'cewek-cewek' sambil dia kedipkan matanya," kata FT dalam keterangan persnya.

FT mengatakan, peristiwa tidak mengenakkan itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita.

Saat itu dia hendak menuju salah satu ruangan yang kerap ditempati ngumpul jurnalis yang posting di Pemkot Makassar.

Saat baru memasuki lantai satu kantor, FT curiga karena horer tersebut memantaunya dari lantai dua.

Di dalam gedung Balaikota Makassar, lantai satu dan beberapa lantai berikutnya, memang agak terbuka.

Seseorang bisa menyaksikan orang yang berlalulalang dari lantai atas. Orang itu kata FT baru saja keluar dari WC dan menunggunya melintas dari arah berlawanan.

Sang oknum honorer itu kata FT sempat menyapa dan memanggil hingga membuat FT sempat naik pitam.

Pasalnya, panggilan sang oknum honorer itu, kata dia menjurus ke tempat yang tidaklah pantas.

"Pas saya lewat di depannya (oknum pegawai honorer), dia bilang, siniki-siniki. Kayak ia, (memanggil masuk ke WC). Jadi saya bilang 'kenapa ko, kurang ajar sekaliko'," ungkap FT.

Setelah ditegur, FT kemudian bergegas meninggalkan honorer itu dan menjauh dari lokasi.

FT mengaku, jalur yang biasanya dilaluinya itu memang dalam kondisj sepi, saat peristiwa tidak mengenakkan itu ia alami.

"Saya lihat itu bajunya baju honorer. Warna abu-abu, satu orang menunggu di dekat tangga lantai dua depan PTSP," bebernya.

Kantor Balaikota Makassar, memang menjadi penempatan FT oleh perusahaan media tempat ia bekerja.

FT mengaku terpukul dengan kejadian yang dialaminya itu, pun akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar.

"Saya butuh waktu sedikit untuk menenangkan diri. Apalagi saya tidak punya bukti yang kuat karena perlakuannya itu," pungkasnya. (Tribun-Timur.com/Muslimin Emba).

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved