Public Service
Jalan Berdebu dan Berlubang Akibat Aktivitas Tambang di Lamuru, Warga Pertanyakan Uang Setoran
Aktivitas tambang batu bara di Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikeluhkan warga.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNBONE.COM, LAMURU - Aktivitas tambang batu bara di Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikeluhkan warga.
Pasalnya, aktivitas tambang batu bara yang melalui dua desa yakni Desa Massenrengpulu dan Desa Mattampawalie membuat jalan rusak.
Menurut warga berinisial IW, aktivitas tambang sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Namun, sampai sekarang tidak ada perbaikan jalan.
"Kondisi jalan berdebu dan berlubang. Sampai sekarang tidak upaya perbaikan yang dilakukan," katanya, Rabu (28/10/2020).
Dari informasi yang dihimpun terdapat uang palang nilainya Rp 400 ribu per truk yang dibagi ke dua desa.
Desa Massenrengpulu dan Desa Mattampawalie masing-masing Rp 200 ribu.
Namun, menurut IW uang palang tersebut tidak tahu digunakan untuk apa dan disetor kemana.
"Begitu yang saya tahu ada uang palang, tapi tidak tahu digunakan untuk apa. Kami di sini mengeluhkan jalan berdebu dan berlubang," ujarnya.
Sementara Kepala Desa Massenrengpulu, Batman menyatakan kondisi jalan rusak sudah berlangsung lama.
Kondisi jalan berdebu dan berlubang di Desa Massenrengpulu berkisar 5 kilometer. Sedangkan di Desa Mattampawalie berkisar 9 kilometer.
Soal uang palang, ia mengaku tidak ada campur tangan pemerintah desa.
"Untuk pertanggungjawaban uang palang tersebut kita tidak tahu. Tidak ada peraturan desa yang mengatur hal tersebut," ucapnya.
Ditanya terkait perizinan tambang batu bara tersebut, Batman belum mengetahu pasti apakah memiliki izin.
"Saya tidak tahu apakah ada izin atau tidak, karena saya tidak pernah melihat izinnya," tuturnya.(*)
Laporan Wartawan TribunBone.com, Kaswadi Anwar