Breaking News:

Pabrik Gulanya Diresmikan Presiden Jokowi, Haji Isam Langsung Umrah

Pengusaha H Syamsuddin Andi Arsyad yang merupakan pemilik pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara, melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah, A

HANDOVER
Pengusaha, H Syamsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam (kiri) dan Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Komjen (Purn) Syafruddin di depan Kakbah, Mekkah, Arab Saudi. Mereka menunaikan ibadah umrah. 

MEKKAH, TRIBUN-TIMUR.COM - Pengusaha H Syamsuddin Andi Arsyad yang merupakan pemilik pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara, melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.

Ibadah bersama kolega sebagai rasa syukur setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi, meresmikan pabrik gula miliknya.

“Sebagai wujud dari rasa syukur atas peresmian pabrik gula oleh Bapak Presiden, kami melaksanakan ibadah umrah. Semoga pabrik gula bisa beroperasi dengan baik dan berproduksi maksimal, sehingga bisa memenuhi harapan pemerintah untuk memasok kebutuhan dalam negeri,” ujar H Syamsuddin Andi Arsyad yang akrab dipanggil Haji Isam dalam siaran persnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (26/10/2020).

Menurut Haji Isam, investasi untuk membuka kebun tebu dan membangun pabrik gula terintegrasi tersebut memiliki kapasitas produksi yang sangat besar.

Oleh karena itu, dia akan mengoperasikan pabrik dengan usaha keras dan tetap berdoa.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan pabrik gula dan sekaligus meninjau lokasi panen tebu dan pabrik gula milik Haji Isam yang berada di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis, 22 Oktober 2020.

Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.

Pada waktu peresmian, Presiden Joko Widodo mengakui keberanian Haji Isam.

Menurut Presiden, membuka sebuah investasi dan usaha di Bombana merupakan sebuah keberanian yang harus kita apresiasi dan hargai.

Pabrik yang dimulai pembangunannya tiga tahun lalu ini, mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Di kala situasi ekonomi sedang diterpa dampak pandemi virus corona, Haji Isam tetap berinvestasi.

Meskipun semua pengusaha di dalam negeri atau di luar negeri pasti wait and see, dia berpikir untuk berinvestasi dan membuka usaha baru.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved