Tribun Wajo

Diduga Stres, Kades Lempong Pingsan di Sel Tahanan Polres Wajo

"Benar, tadi diperiksa Paur kesehatan Polres, lanjut cek di rumah sakit. Setelah di cek di IGD, semua organ normal," kata Muhammad Islam.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
ist
Kepala Desa Lempong, Abdul Karim yang ditetapkan tersangka kasus pelecehan seksual dilarikan ke rumah sakit setelah pingsang di Rutan Mapolres Wajo, Selasa (20/10/2020) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Tersangka kasus pelecehan seksual, Abdul Karim jatuh pingsang di Rutan Mapolres Wajo, Selasa (20/10/2020).

Bahkan, Kepala Desa Lempong itu sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian itu dibenarkan Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah.

Namun, setelah diperiksa, kondisi fisiknya sehat dan tak ada gejala penyakit apapun.

"Benar, tadi diperiksa Paur kesehatan Polres, lanjut cek di rumah sakit. Setelah di cek di IGD, semua organ normal," kata Muhammad Islam.

Diduga, Abdul Karim cuma kelelahan dan stres setelah ditahan sejak Jumat (16/10/2020) lalu.

"Diperkirakan kelelahan dan atau stres karena suasana baru di rutan Polres," katanya.

Meski demikian, Abdul Karim tetap akan ditahan hingga berkasnya rampung dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Wajo.

Sebelumnya, pendamping hukum tersangka mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap kliennya.

Surat permohonan tersebut telah diterima pihak Polres Wajo.

"Mengajukan penangguhan merupakan hak tersangka, keluarga, pengacara yang ditunjuk. Diterima atau tidak tergantung penyidik sesuai ketentuan pasal tentang penangguhan penahanan," katanya.

Kapolres Wajo enggan mengintervensi hak prerogatif penyidik terkait hal itu.

Perwira yang gemar olahraga lari itu menyebutkan, penyidik punya pandangan subyektif dan obyektif dalam penahanan tersangka.

Sebagaimana diketahui, Kepala Desa Lempong, Abdul Karim ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi berinisial AP (23).

Abdul Karim dijerat dengan pasal 289 subsider pasal 294 ayat (2) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara.

Kejadian tak senonoh yang menimpa AP, saat dirinya menyelesaikan laporan laporan akhir Kuliah Kerja Profesi (KKP) hendak meminta tanda tangan Kepala Desa, Minggu (12/7/2020) lalu.

Namun, AP malah mendapatkan perbuatan tak senonoh di Kantor Desa Lempong, Kecamatan Bola. Abdul Karim nyosor dan mencium pipi AP sebanyak 3 kali.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved