Literasi Ulama
Sayyid Jalaluddin al-Aidid
Sayyid Jalaluddin al-Aidid oleh: Firdaus Muhammad, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin dan Pengurus MUI Sulsel
Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM
Firdaus Muhammad (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel)
Pada tahun 1667 terjadi Perjanjian Bongaya yang mengharuskan kerajaan Gowa dan Bima tunduk pada Belanda. Maka Sayyid Jalaluddin al-Aidid memilih mengasingkan diri ke Bima.
Dalam pengasingannya ke Bima itu, beliau aktif mengembangkan Islam pada masa Sultan Bima II, Sultan Sirajuddin.
Pengembangan Islam dilakukan dengan menghidupkan tradisi maulid hingga pengamalan tarekat Khalwatiyah. Tercatat beliau mukim di Bima lebih 30 tahun dan wafat pada tahun 1693.
Maudu Lompoa di Cikoang dan Tarekat Khalwatiyah merupakan warisan beliau bersama Syekh Yusuf al-Makassary terjaga hingga kini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/firdaus-muhammad-dekan-fakultas-dakwah-dan-komunikasi-uin-alauddin.jpg)