Penanganan Covid
Jangan Kendor Pakai Masker, Alat Vital Cegah Penularan Covid-19
masker menjadi alat vital karena memakai master adalah salah satu cara memutus rantai masuknya virus corona ke dalam tubuh manusia.
TRIBUN-TIMUR.COM-Penggunaan masker di masa pandemi Covid-19 merupakan sesuatu yang vital dalam mencegah penularan Virus Corona atau Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Riset Pengurus Besar IDI, dr Marhaen Hardjo MBiomed PhD dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Tribun Netwok-Kompas Gramedia yang disiarkan secara live di kanal YouTube Tribun Timur, Minggu (11/10/2020).
Menurut dr Marhaen, masker menjadi alat vital karena memakai master adalah salah satu cara memutus rantai masuknya virus ke dalam tubuh manusia.
"Masker bisa menahan virus dari orang sakit untuk menyebar ke mana-mana, begitu juga menahan virus yang ada di lingkungan untuk masuk ke dalam tubuh kita,"katanya.
Kampanye menggunakan masker di masa pandemi ini pun dinilai hal paling urgent karena hingga saat ini obat Covid-19 masih debatable.
Begitupun dengan vaksin yang diharapkan untuk menjadi alat pencegahan terinfeksi Virus Corona juga belum beredar secara luas.
"Dengan demikian untuk menanti masa di mana vaksin dan obat sudah ada, maka apa yang harus kita lakukan adalah menaati protokol kesehatan yang salah satunya adalah memakai masker,"jelasnya.
Disebutkan, masker yang paling efektif menangkal Virus Corona adalah masker surgical dan masker N95.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Makassar (UIM) ini melihat negara-negara yang mampu menekan angka penyebaran Covid-19, memakai makser telah menjadi budaya.
"Saya lima tahun tinggal di Jepang, masyarakat di sana tidak perlu disuruh lagi (memakai masker), tapi dengan kesadaran sendiri. Apabila dia mulai ada gejala flu like illness, kalau keluar rumah pasti sudah pakai masker dan itu cuma satu jenis, yaitu seperti masker bedah,"ujar dr Marhaen yang menempuh pendidikan doktoralnya di Jepang.
Jika mereka merasakan gejala demam, bersin-bersin, dan sebagainya, secara otomatis mereka akan memakai masker saat keluar rumah.
Budaya ini pun sudah dilakukan semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
"Kita di Indonesia, budaya ini belum terbentuk. Budaya masker masih sekadar untuk gaya-gayaan saja. Bisa kita lihat ada banyak masker dengan motif bermacam-macam,"tambahnya.
Dokter Marhaen pun mengingatkan kepada masyarakat agar selalu memakai masker, meskipun daerahnya tidak lagi berstatus zona merah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ketua-lembaga-riset-pengurus-besar-idi-dr-marhaen-hardjo-mbiomed-phd-2.jpg)