Bocah Lumpuh Layu di Lamatti Riaja Akan Dirawat di RSUD Sinjai
Pernah juga dirujuk ke RSUD Sinjai dan pernah terapi selama enam bulan, juga pernah mendapatkan pelayanan pada ahli saraf.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Seorang bocah penderita lumpuh, Rahmatul Khair (10), warga Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Sulawesi Selatan akan dirujuk oleh pihak Dinas Kesehatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai, Kamis (15/10/2020).
Rahmat sejak kecil tinggal dan dirawat di rumah neneknya, Subaedah. Kedua orang tuanya ke Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah untuk mencari rezeki.
Sejak diketahui Rahmatul Khair Umur menderita penyakit lumpuh layu, oleh tenaga kesehatan di Bulupoddo pernah mengunjungi bocah tersebut.
Pernah juga dirujuk ke RSUD Sinjai dan pernah terapi selama enam bulan, juga pernah mendapatkan pelayanan pada ahli saraf.
"Rajin berobat pada saat masih berlaku Jamkesda. Sekarang tidak memiliki kartu BPJS tinggal sama nenek aslinya. Akan tetapi masuk KK sepupu neneknya. Sekarang susah dianjurkn ke PKM untuk dirujuk kembali ke RS tapi kendalanya tidak memiliki kartu BPJS, sementara diuruskan," kata Camat Bulupoddo, Sofwan Sabirin.
Sebelumnya sempat beredar kabar jika Rahmatul Khair tak pernah mendapat pelayanan kesehatan dan tak pernah dapat bantuan sosial tunai.
Sofyan menjelasjan bahwa nenek yang ditempati bocah tersebut , Subaedah ternyata terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Danan Desa (BLT-DD).
Rahmat sendiri terdaftar di Kartu Keluarga (KK) sepupu neneknya, Harta. Namun dia tinggal dan dirawat di rumah Subaedah. Oleh karena itu, Subaedah telah diusulkan untuk terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Apalagi, tahap pemutakhiran DTKS di tingkat desa masih berlangsung. Sehingga, ke depan diharapkan bisa mendapat bantuan secara rutin seperti penerima bansos lainnya. Dan, bantuan itu juga bisa dinikmati oleh Rahmat.
Kepala Puskesmas Bulupoddo, Andi Sriharti Arfat mengungkap, pihaknya rutin melakukan kunjungan ke rumah Rahmat. Apalagi, di sana terdapat pasien ibu hamil sampai nifas turut dipantau oleh petugas Puskesmas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/boca09k.jpg)