Mahasiswa Unibos Olah Limbah Kokon Ulat Sutra Jadi Serum Anti-Aging
Penelitian ini diangkat melihat daerah penghasil kokon di Kabupaten Soppeng yang masih kurang memaksimalkan limbah kokon.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang penelitian.
Pada PKM-P 2020 ini mahasiswa Unibos berhasil mengolah dan mengubah limbah kokon ulat sutera menjadi serum anti-aging (mencegah penuaan pada wajah).
Penelitian ini diangkat melihat daerah penghasil kokon di Kabupaten Soppeng yang masih kurang memaksimalkan limbah kokon.
PKM-P ini dilaksanakan oleh tiga mahasiwa Unibos yakni Rosa Paembonan, Nurul Salama, dan Desi Ramadani, yang dibimbing oleh dosen Fakultas Teknik Prodi Teknik Kimia, Al Gazali.
Rosa mengatakan, tujuan dari karya ilmiah ini untuk memanfaatkan limbah kokon ulat sutera, agar dapat diolah menjadi produk serum anti-aging yang dapat meningkatkan nilai ekonomi pada masyarakat.
“Kokon ulat sutra yang cacat dan dianggap limbah oleh petani memiliki kandungan senyawa serisin yang cukup tinggi, yang biasanya dibuat sebagai antioksidan, pemutih, tabir surya, antiaging, antibakteri dan penyembuh,” kata mahasiswi Teknik Kimia Unibos ini, Senin (12/10/2020).
Menurut Rosa, pemanfaatan dengan baik limbah kokon ini dapat meningkatkan nilai tambah, serta menjadi pemasukan bagi masyarakat.
"Diharapkan penelitian ini bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, utamanya bagi mahasiswa dalam mengeksplorasi manfaat limbah kokon ulat sutera yang berpotensi sebagai serum anti-aging, sehingga mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tim-pkm-p-2020-un43r4.jpg)