Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gojek

Konsumen Andalkan Gojek Saat New Normal

Pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) membuat konsumen lebih mengandalkan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tayang:
Penulis: Abdul Azis | Editor: Suryana Anas
Istimewa
Suasana ketika driver merayakan HUT Gojek di kantornya Jl Sultan Alauddin Makassar beberapa waktu lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) membuat konsumen lebih mengandalkan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan perubahan pola penggunaan layanan digital oleh konsumen selama pandemi.

Peneliti LD FEB UI, Alfindra Primaldhi menyatakan hasil riset menyebut mayoritas konsumen atau sekira 93 persen menganggap keamanan layanan Gojek lebih baik dari standar industri.

Kebanyakan dari mereka atau sekira 86 persen juga merasa aplikasi Gojek membantu mereka beradaptasi dengan kebiasaan baru dan tetap produktif selama pandemi Covid-19.

Mayoritas konsumen menjadi lebih sering dalam menggunakan layanan GoFood (65 persen), GoPay (68 persen), Paylater (57 persen) dan GoSend (36 persen) dibanding sebelum pandemi.

Hal ini juga tampak dari meningkatnya rata-rata pengeluaran konsumen per bulan untuk layanan belanja kebutuhan sehari-hari (GoMart, 44 persen).

Kemudian pemesanan makanan (GoFood, 26 persen).

"Secara keseluruhan jumlah saldo GoPay yang digunakan oleh konsumen per bulan meningkat 8 persen," katanya seperti pesan WhatsApp diterima Tribun, Sabtu (10/10).

Ia juga menduga pandemi Covid-19 telah mendorong proses digitalisasi di Asia Tenggara menjadi lebih cepat lima tahun.

Penggunaan platform digital oleh konsumen di Indonesia selama pandemi Covid-19 menjadi menarik untuk diteliti.

"Oleh karena itu, LD FEB UI melakukan studi kasus pada ekosistem Gojek sebagai aplikasi on-demand yang paling banyak digunakan konsumen di Indonesia," ujarnya.

"Riset ini merupakan bagian dari riset mengenai dampak sosial-ekonomi Gojek di Indonesia yang sebelumnya telah menggali dampak pandemi pada mitra driver, mitra UMKM, dan ekosistem Gojek secara keseluruhan," katanya menambahkan.

Selanjutnya, mayoritas konsumen dalam penelitian ini menilai layanan aplikasi Gojek mendorong masyarakat menggunakan digital payment (97 persen).

Memudahkan masyarakat memulai usaha digital (97 persen), dan membantu masyarakat untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang lebih sehat (96 persen) selama pandemi.

Alfindra melanjutkan, riset ini melihat perilaku konsumen di Indonesia dalam penggunaan platform digital selama pandemi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved