Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bahas Media dan Pembentukan Kebenaran, Balai Litbang Agama Makassar Hadirkan Dua Jurnalis Senior

Balai Litbang Agama Makassar menggelar event webinar Blam Corner 18, Kamis (8/10/2020) bertajuk Media dan Pembentukan Kebenaran Truth to Post Truth.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
istimewa
Balai Litbang Agama Makassar menggelar event webinar Blam Corner 18, Kamis (8/10/2020) bertajuk Media dan Pembentukan Kebenaran Truth to Post Truth. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) kembali menggelar event webinar Blam Corner 18, Kamis (8/10/2020).

Sebelumnya, BLAM rutin menggelar diskusi bertajuk “BLAM Corner” selama masa pandemi virus corona ini.

Tujuannya adalah untuk membuka ruang diskusi, sekaligus merespon isu-isu terkini, dengan melibatkan atau menghadirkan berbagai kalangan lintas disiplin.

Dalam seri ini, mengangkat tema terkait Media dan Pembentukan Kebenaran Truth to Post Truth.

Dua jurnalis senior pun dihadirkan, mereka adalah Pimpinan Redaksi Tribun Timur, Thamzil Thahir dan Founder Kompasiana sekaligus owner dari pepNews.com, Pepih Nugraha.

Adapula narasumber dari peneliti BLA Makassar yang juga mengelola website blamakassar.kemenag.go.id, Irfan Syuhudi.

Founder Kompasiana sekaligus owner dari pepNews.com, Pepih Nugraha mengatakan media pada peranannya harus mampu mengambil titik tengah dalam menyajikan sebuah berita.

"Media harus berdiri kebenaran, namun tetap harus netral," kata Pepih Nugraha.

Pimpinan Redaksi Tribun Timur, Thamzil Thahir mengatakan setiap pengelolaan berita dari Tribun Timur selalu mengedepankan fakta.

"Dalam menampilkan fakta yang sebenarnya jurnalis harus mempunyai fakta yakni 5W1H, namun selain itu hal yang paling penting untuk melengkapi kumpulan fakta dasar yakni fakta absolut," tuturnya.

Pada tantangannya, sambungnya, banyak hal yang membatasi pengumpulan fakta-fakta dilapangan namun penyampaian berita yang benar adanya harus tetap dikabarkan.

Peneliti BLA Makassar, Irfan Syuhudi menjelaskan pada kerja-kerja BLA Makassar berbagai inovasi dihadirkan untuk bisa mengedukasi masyararakat.

"Salah satunya dengan adanya website blamakassar.kemenag.go.id, kalau ada isu yang perlu di counter pasti kami counter apalagi isu hoax. Dari informasi yang kami berikan inilah, kami berusaha untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," tuturnya.

Webinar ini juga dihadiri oleh para pegawai instansi, akademisi, hingga mahasiswa.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved