Leko Pancing Kering, 55 Ribu Pelanggan PDAM Makassar Tak Dapat Air Bersih
Selain itu, tak ada aktivitas warga di area bendungan. Di dinding bendungan mulai ditumbuhi rumput liar.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Imam Wahyudi
Sementara IPA Antang normalnya 70 liter perdetik, sekarang hanya 35 liter perdetik (khusus Manggala).
Dalam kunjungan ini, turut hadir Direktur Teknik Imran Rosadi Ahmad.
IPA Mamminasata
Sebelumnya, Perseroda Sulawesi Selatan memberi kabar baik bagi warga Makassar dan sekitarnya. Pada tahun 2021 mendatang Perseroda dan Kementrian PUPR akan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk disuplai di Kota Makassar, Kabupaten Maros, Gowa dan Takalar.
Menurut Dirut Perseroda Sulsel, Taufik Fachrudin, dalam projects ini, IPA ini akan dibangun oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Perseroda yang dimandatkan untuk mengelolanya.
"Insya Allah 2021 kita mulai konstruksinya. Estimasinya 2023 ini bisa efektif, sehingga kebutuhan air di kawasan Mamminasata (Makassar, Gowq, Maros, Takalar) ini bisa terpenuhi," ujar Taufik.
Ia menyebutkan adapun lokasi IPA nantinya akan dibangun di Batang Kaluku, Kabupaten Gowa.
Dalam IPA ini akan menampung air baku dari DAM Bili-bili.
Dijelaskan Taufik, terkait dengan IPA ini, Perseroda Sulsel sementara melakukan skenario suplai air ke jaringan IPA yang ada di PDAM masing-masing daerah.
"Semoga dengan adanya IPA ini masyarakat yang sering mengeluhkan minimnya air bersih bisa terjawab," ujarnya.
Untuk pelaksanaan konstruksi, Taufik membeberkan akan dikerjakan oleh perusahaan Jepang (JICA).
"Sudah dilakukan visibilitas study, di Gowa," katanya.
Untuk anggaranya, diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar 1,3 trilliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/musim3r.jpg)