Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Leko Pancing Kering, 55 Ribu Pelanggan PDAM Makassar Tak Dapat Air Bersih

Selain itu, tak ada aktivitas warga di area bendungan. Di dinding bendungan mulai ditumbuhi rumput liar.

Tayang:
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/SALDI IRAWAN
Musim kemarau membuat Bendungan Leko Pancing, di Kabupaten Maros yang merupakan sumber air baku PDAM Makassar kering. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Musim kemarau membuat Bendungan Leko Pancing, di Kabupaten Maros yang merupakan sumber air baku PDAM Makassar kering.

Pantauan tribun, Selasa (6/10/20) itu, bendungan yang dibangun tahun 1973, melalui program strategis Presiden RI Soeharto tersebut nampak gersang.

Beberapa bagian atau dasar tanah yang ada diarea bendungan tersebut terlihat retak, nyaris tak ada air yang mengalir di saluran Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Makassar.

Selain itu, tak ada aktivitas warga di area bendungan. Di dinding bendungan mulai ditumbuhi rumput liar.

Menurut Kabag Humas PDAM Makassar, M Rusli, kondisi ini nyaris terjadi setiap tahunnya, tepatnya saat berlangsungnya musim kemarau.

"Ini sudah menjadi pemandangan setiap tahun, beginilah kondisi di sumber air baku kita yang ada di Leko Pancing," ujar Rusli, saat memboyong para pewarta di bendungan Leko Pancing.

Dijelaskan Rusli, jika dalam kondisi normal bendungan ini bisa menyuplai air ke IPA Panaikang (PDAM) sebanyak 1500 liter perdetik, sementara kondisi kemarau ini hanya 100 liter, bahkan nyaris nihil.

Adapun jarak IPA Panaikang dengan bendungan ini yakni 29,7 km.

Selain IPA Panaikang, bendungan yang juga mengaliri irigasi di kabupaten Maros tersebut juga menyuplai ke IPA Antang.

Dengan kondisi kemarau ini, 55 ribu pelanggan PDAM Makassar lanjut Rusli diakui akan terkena dampaknya.

"IPA Panaikang dan Antang ini mengaliri 55 ribu rumah (pelanggan), jadi mereka semua terdampak," ujarnya.

Kecamatan yang tercover dalam dua IPA ini diantaranya Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Manggala, Tamalanrea dan Biringkanaya.

Meski begitu, pihak optimis tetap memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya.

Meski bendungan Leko Pancing kering, PDAM Makassar masih mendapatkan suplai air dari Sungai Moncong Loe Maros, dan DAM Bili-bili Gowa.

Yang terjadi saat ini lanjut Rusli, IPA Panaikang yang normalnya 1300 liter perdetik, sekarang hanya 900 liter per detik ke rumah pelanggan.

Sementara IPA Antang normalnya 70 liter perdetik, sekarang hanya 35 liter perdetik (khusus Manggala).

Dalam kunjungan ini, turut hadir Direktur Teknik Imran Rosadi Ahmad.

IPA Mamminasata

Sebelumnya, Perseroda Sulawesi Selatan memberi kabar baik bagi warga Makassar dan sekitarnya. Pada tahun 2021 mendatang Perseroda dan Kementrian PUPR akan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk disuplai di Kota Makassar, Kabupaten Maros, Gowa dan Takalar.

Menurut Dirut Perseroda Sulsel, Taufik Fachrudin, dalam projects ini, IPA ini akan dibangun oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Perseroda yang dimandatkan untuk mengelolanya.

"Insya Allah 2021 kita mulai konstruksinya. Estimasinya 2023 ini bisa efektif, sehingga kebutuhan air di kawasan Mamminasata (Makassar, Gowq, Maros, Takalar) ini bisa terpenuhi," ujar Taufik.

Ia menyebutkan adapun lokasi IPA nantinya akan dibangun di Batang Kaluku, Kabupaten Gowa.

Dalam IPA ini akan menampung air baku dari DAM Bili-bili.

Dijelaskan Taufik, terkait dengan IPA ini, Perseroda Sulsel sementara melakukan skenario suplai air ke jaringan IPA yang ada di PDAM masing-masing daerah.

"Semoga dengan adanya IPA ini masyarakat yang sering mengeluhkan minimnya air bersih bisa terjawab," ujarnya.
Untuk pelaksanaan konstruksi, Taufik membeberkan akan dikerjakan oleh perusahaan Jepang (JICA).

"Sudah dilakukan visibilitas study, di Gowa," katanya.

Untuk anggaranya, diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar 1,3 trilliun.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved