Breaking News:

Mengapa Proyek Kereta Api Trans Sulawesi Dimulai dari Barru? Ini Ceritanya

Saat dia masih berada di bagian perencanaan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/HASYIM ARFAH
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi saat sesi Pengecoran Perdana Stasiun Mandalle yang dikerjakan PT Bumi Karsa di Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (1/10/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi menceritakan awal hingga kereta api bisa ada di Sulawesi Selatan.

Hal itu dia sampaikan saat sesi Pengecoran Perdana Stasiun Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (1/10/2020).

Saat dia masih berada di bagian perencanaan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sudah ada pembahasan tentang kereta api harus ada di Sulawesi Selatan.

Sehingga, ketika dirinya ditunjuk membawakan seminar di mana-mana, dia selalu menghembuskan terus wacana kereta api di Sulawesi.

Sebelum memilih pembangunan kereta api Makassar-Parepare, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan diperhadapkan dengan dua pilihan yakni kereta api Mamminasata atau Kereta Api Makassar-Parepare.

Akhirnya, Dirjen Perkeretaapian mengambil Kereta Api Makassar-Parepare dengan alasan mengentaskan kemiskinan di desa.

"Dengan alasan itu kita finalkan dan akhirnya kereta api ini bisa dijalankan," katanya.

Ketika, mantan Gubernur Sulawesi Utara, EE Mangindaan menjadi Menteri Perhubungan, kereta api di Sulsel kembali hangat.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pun bertemu dengan dirjen Perkeretaapian untuk menyampaikan komitmen Provinsi Sulawesi Selatan..

Dalam pertemuan itu, Syahrul Yasin Limpo siap membebaskan lahan tapi pembebasan lahan diambil alih kementerian dengan alasan kemampuan anggaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved