Rapid Test
Viral Pernyataan Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Berikut Klarifikasi IDI Makassar
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Siswanto Wahab memberikan klarifikasi terkait pernyataan rapid test positif negatif.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Siswanto Wahab memberikan klarifikasi terkait pernyataan rapid test positif negatif palsu yang viral di media.
Klarifikasi tersebut disampaikannya malalui video yang diunggah di instagram resmi IDI Makassar, @idimakassar, Sabtu (26/9/2020).
"Pertama, pernyataan saya ini adalah pernyataan yang resmi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Makassar," katanya.
"Yang kedua, Rapid Test digunakan untuk screening apakah seseorang pernah terpapar atau tidak dengan virus Covid-19," lanjutnya.
Menurutnya, jika hasil screening dengan Rapid Test menunjukkan hasil yang reaktif, kata dia, berarti orang tersebut memiliki antibodi terhadap Covid-19.
"Bisa berarti sedang terinfeksi atau pernah terinfeksi sehingga untuk lebih jelasnya dan untuk menegakkan diagnosis harus dilanjutkan pemeriksaan PCR," ujarnya.
Ketiga, selain untuk screening, kata dia, rapid test juga sangat baik digunakan untuk memantau perjalanan penyakit.
"Jadi saat seseorang pernah terinfeksi, hasil PCR positif Covid-19 maka sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Rapid Test," terangnya.
Adapun gunanya, lanjut, dr Siswanto adalah untuk mengetahui apakah sudah terbentuk antibodi di dalam tubuh terhadap Covid-19.
"Demikian pernyataan ini disampaikan agar tidak menimbulkan pemahaman yang berbeda di masyarakat," tuturnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ketua-idi-kota-makassar-dr-siswanto-wahab-gg.jpg)