Najwa Shihab
Serunya Mata Najwa Semalam, Qodari: Kartu As Jokowi Jenderal Luhut Tugas Seperti Koboi Urus Covid-19
Serunya Mata Najwa Semalam, Qodari: Kartu AS Jokowi Jenderal Luhut Tugas Seperti Koboi Urus Covid-19
"Sistem di Kemenkes sudah biasa menghadapi wabah atau pandemi. Begitu dialihkan ke Gugus Tugas engga jalan lagi (penanganan Covid-19) karena gugus tugas itu enggak punya apa-apa, apalagi BNPB tidak mempunyai pengalaman, tapi kalau ke tupoksi pemerintah bisa jalan," ujarnya.
Berdasarkan hal itu, Pandu berharap pemerintah melakukan perbaikan dalam penanganan pandemi Covid-19 sehingga ke depannya penanggulangan menjadi lebih efektif.
"Jadi harap mawas diri bahwa karena menciptakan panitia, menunjuk orang-orang, masa menghadapi pandemi nunjuk orang, enggak bisa lah. Misalnya ya dengan pendekatan sistem pemerintahan akan lebih efektif di sana ada tupoksinya dan anggarannya," katanya pungkas.
Luhut Pandjaitan: Saya bukan epidemiolog
Terkait dengan penunjukan dirinya, Luhut Pandjaitan mengakui duamemang bukan ahli epidemiologi.
Meski bukan pakar epidemiologi, Luhut Pandjaitan mengaku dibantu oleh sejumlah ahli di bidang tersebut.
“Tidak ada hal yang istimewa yang saya lakukan. Jadi kalau ada yang bilang saya bukan epidemiolog, memang betul, tapi saya dibantu banyak orang-orang pinter, anak-anak muda epidemiolog,” kata Luhut Pandjaitan melalui video telekonferensi, Jumat (18/9/2020).
“Seperti Monica yang dari UI dan lulus dari Harvard juga untuk epidemiologi,” sambung dia mengatakan.

Menurut Luhut Pandjaitan, dirinya berperan sebagai manajer.
Ia pun mengklaim bahwa dirinya adalah manajer yang baik.
“Jadi orang-orang kami yang sangat berkualitas membantu saya, saya hanya manajer, saya kira saya boleh mengklaim diri saya manajer yang baik,” tuturnya.
Dalam penanganan Covid-19 di sembilan provinsi tersebut, Luhut Pandjaitan mengatakan, pihaknya sudah merumuskan sejumlah target untuk dua pekan ke depan.
Pertama, mendorong perubahan perilaku yang lebih cepat lagi untuk melaksanakan protokol kesehatan.
Kedua, penurunan penambahan kasus harian.
Ketiga, peningkatan tingkat kesembuhan atau recovery rate.