Breaking News:

Unjuk Rasa

Pejuang Tahura Sinjai Borong Batal Diterima Ketua DPRD Sinjai

Forum Pecinta Alam (FPA) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang mendatangi kantor DPRS Sinjai gagal diterima Ketua DPRD Sinjai Lukman Arsal.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Massa Forum Pecinta Alam (FPA) Kabupaten Sinjai sedang berdialog dengan anggota DPRD Sinjai Jamaluddin di DPRD Sinjai, Kamis (24/9/2020). 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI BORONG - Sekitar 100 orang yang mengatasnamakan Forum Pecinta Alam (FPA) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang mendatangi kantor DPRS Sinjai gagal diterima Ketua DPRD Sinjai Lukman Arsal, Kamis (24/9/2020).

Pasalnya Lukman Arsal sedang berada di Kota Makassar untuk kegiatan dinas.

"Pak Ketua sedang tidak masuk kantor dan tugas dinas di Makassar," kata Ketua Komisi I DPRD Sinjai Jamaluddin.

Mendengar jawaban itu, sontak massa FPA meneriaki anggota dewan dan meminta mereka segera menghadirkan Lukman Arsal di kantornya.

"Ini sangat urgent pak, menyangkut masalah lingkungan hidup dan orang banyak, kenapa sih tak mau temui kami di kantor bapak!" tegas Sekretaris FPA Sinjai Fandi Kaluhara.

Empat jam berorasi di tempat itu, hanya Jamaluddin, legislator Partai Gerindra yang berjibaku menjawab pertanyaan pengunjuk rasa.

Tak lama kemudian, Lukman Arsal menyempatkan melayani pendemo melalui sambungan telepon stafnya.

Menurutnya, jjika tidak ada halangan maka pekan depan dijadwalkan bertemu dan mengundang langsung Dinas Lingkungan Hidup sebagai penanggung jawab proyek perkemahan di Tahura.

Untuk diketahui, pengunjuk rasa protes ke Pemkab Sinjai karena membangun lokasi perkemahan lalu diduga tak memenuhi persyaratan berdasarkan Undang-undang lingkungan hidup.

Sementara pihak Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa kegiatan itu tidak keluar dari aturan dan izin yang telah diperoleh dari pemerintah provinsi dan pusat.

" Kita manfaatkan lahan itu bentuk pemanfaatan dan itu diatur dalam Desain Tapak pada 17 Juli 2019 dengan nomor 42/KSDAE/PJLHK/KSA.3/7/2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup," jelas Kepala Bidang Pengelolaan Tahura, Makmur Tasbih.

Dikatakan bahwa pengerjaan itu tetap memperhatikan aspek keberlangsungan ekosistem seluruh mahluk hidup di lokasi itu dan akan dilakukan penataan penghijauan.

Rencananya proyek itu akan digunakan sebagai lokasi camp dan kemah. Juga akan dilengkapi fasilitas untuk mendukung perkemahan di Sinjai dan luar Sinjai ke depannya.

Jika berfungsi dengan baik perekonomian dan wisata di Sinjai bisa maju dan dapat memberikan dampak kesejahteraan masyarakat termasuk ke pendapatan Pemkab Sinjai.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved