Breaking News:

Proyek Jalan

Dirintis Sejak Pemerintahan Belanda, Jalan Poros Mata-matae ke Bikeru 1 Kini Sudah Mulus

Warga di dua desa di Kecamatan Sinjai Selatan patut bersyukur sebab jalan mereka sudah mulus.

TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Poros Bikeru 1 ke Mata-matae, Sinjai Selatan sudah mulus, Minggu (13/9/2020). 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN - Warga di dua desa di Kecamatan Sinjai Selatan patut bersyukur sebab jalan mereka sudah mulus.

Akses jalan yang menghubungkan dua desa dan satu kelurahan ini dapat mempermudah akses perekonomian masyarakat di Kecamatan Sinjai Selatan.

Daerah yang dilintasi yakni, Bikeru 1, Kelurahan Sangiasserri, Dusun Lita-litae, Bulujampi (Desa Gareccing) dan Mata-matae, Desa Talle.

Sejumlah sumber yang ditemui oleh TribunSinjai.com, menyampaikan bahwa akses jalan tersebut mulai dirintis dan dibangun sejak pemerintahan Belanda di Indonesia berkuasa.

"Jalanan itu dibangun saat pemerintahan Belanda. Warga dipaksa bekerja rintis jalan yang menghubungkan Mata-matae (sekarang Desa Talle) ke Bikeru 1 (pusat pemerintahan Belanda saat itu," kata Jamaluddin (85), saksi sejarah di Gareccing, Minggu (13/9/2020).

Pasca dirintis jalanan tersebut hanya berbentuk jalan tanah, jalanan itu terbanyak dilalui oleh petani dan pengangkut gabah dari sawah ke rumah-rumah warga.

September ini, jalanan tersebut sudah mulai rampung mulus menghubungkan tiga desa dan kelurahan ke pusat kota Kecamatan Sinjai Selatan.

Menurutnya, hampir setiap tahun pengerjaan jalan diusulkan ke Pemkab Sinjai. Namun barulah dibawah pemerintahan Bupati Sinjai Andi Seto-A Kartini jalan ini diperbaiki.

Seto mengatakan bahwa jalan adalah salah satu kebutuhan mendesak masyarakat Sinjai saat ini.

Sebab banyak hasil bumi mereka tidak bisa maksimal dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahtraan karena tidak bisa dibawa ke rumah akibat jalan rusak.

Jalan rusak puluhan tahun lalu, kini mulai mulus. Jalanan itu membelah hamparan sawah Sangiasserri, Gareccing dan bukit Desa Talle.

Tak sekadar melancarkan akses jalan transportasi tani.

Tetapi oleh warga di tiga desa itu menjadikan arena lintasan berolahraga dan bersepeda santai.

Gugusan gunung dan hamparan sawah, padi yang menguning, udara sejuk membuat warga yang berolahraga di sepanjang jalan terasa nyaman.

Terpisah Kepala Desa Talle Abd Rajab mengatakan dengan mulusnya jalan itu membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan di dua desa dan satu kelurahan. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved