Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Preman Terkuat Masuk Islam, Mabuk Tapi Hatinya Bergetar Dengar Bismillah dari Seorang Satpam

“Saya dibangunkan adzan subuh. Reflek, saya mengucap astaghfirulloh. Padahal gak ngerti artinya hahahahaha,”

Editor: Waode Nurmin
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
I Gede Swadiaya alias Muhammad Khairuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM - “Saat itu, Ustad Yusuf salat, saya di sebelahnya minum Red Label. Dalam kondisi mabuk, saya mendengar lantunan bismillahirrohmanirrohim, kok hati saya tergetar bahagia. Dua puluh tahun saya mencari ustad muda dari Bangkalan Madura ini. Namun, sampai detik ini belum ketemu. Rindu dan ingin berterimakasih,” ujar Bli I Gede Swadiaya alias Muhammad Khairuddin di Pantai Pamuteran, Bali seperti dikutip Tribun Timur dari Tribun Jatim, Senin (24/8/2020)

Dari sinilah kisah itu bermula

Udara Pantai Pamuteran Buleleng sangat bersahabat sore itu.

Matahari tampak malu mengintip di balik selarik awan yang menggaris indah.

Daftar Harga Hp Vivo Akhir Agustus 2020, Vivo X50 Pro, Vivo Y50, Vivo V9, Vivo Y71, Vivo V17 Pro

Cerita Menegangkan Komandan Korps Marinir Bebaskan ABK MV Sinar Kudus Dari Penyanderaan Perompak

Kisah Cinta Sejoli yang Alami Perpisahan Menyakitkan, 6 Tahun Pacaran si Cowok Ikhlas Melepaskan

Sementara, angin berembus lembut, ditingkahi ombak bergulung ringan dengan deburan lelahnya saat mencapai bibir pantai.

Di depan pura kecil itu, saya dan Moh Khoiruddin meriung dengan sejumlah peruqyah aswaja.

Sosoknya tegas namun ramah. Sorot matanya tajam, narasi-narasinya lugas terukur. Tangannya terlihat masih kekar berurat.

Tato tiga naga, mengukir di tubuhnya.

Ia mengawali ceritanya mengenal islam. Lalu melompat pada jejak jejak hidupnya pada 1999 silam.

Ia asli Lombok, NTB. Merantau ke Bali pada 1997 dengan berbekal beragam kesaktian, mulai kebal bacok, hingga anti bengep, ia dapatkan dari dukun dukun di daerahnya.

“Tahun 1997, saya sampai di Bali,” ia mengisahkan.

Pertarungan demi pertarungan ia lakoni di kerasnya kehidupan kota besar untuk mencari nama dan ‘mengibarkan bendera’.

Hingga ia menjadi bartender di hotel bintang lima di Kuta, Bali.

Beragam jenis miras, ia rasakan. Maklum, ahli peracik miras yang levelnya bisa diadu.

“Saya waktu itu, tiada hari tanpa mabuk,” ucapnya.

 Daftar Harga Hp Vivo Akhir Agustus 2020, Vivo X50 Pro, Vivo Y50, Vivo V9, Vivo Y71, Vivo V17 Pro

 Cerita Menegangkan Komandan Korps Marinir Bebaskan ABK MV Sinar Kudus Dari Penyanderaan Perompak

 Kisah Cinta Sejoli yang Alami Perpisahan Menyakitkan, 6 Tahun Pacaran si Cowok Ikhlas Melepaskan

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved