Breaking News:

Tribun Wajo

Getir Hidup Dua Dhuafa di Tempe Wajo, Akhirnya Bisa Nikmati Listrik Secara Mandiri

Seperti dua kaum dhuafa, Johar (38) di Jl Sungai Cenranae dan Haedar (55) di Jl Sungai Gilireng, di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Ist
At-taubah Peduli bersama Jurnalis Wajo meresmikan bantuan aliran listrik gratis kepada kaum dhuafa di Kecamatan, Kabupaten Wajo, Jumat (21/8/2020) kemarin 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sudah 75 tahun Indonesia merdeka. Namun, masih banyak warga yang belum bisa merdeka dari gelap malam.

Seperti dua kaum dhuafa, Johar (38) di Jl Sungai Cenranae dan Haedar (55) di Jl Sungai Gilireng, di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Dua warga itu cuma mendapatkan penerangan dari kebaikan hati para tetangganya masing-masing. Puluhan tahun hidup hanya mengandalkan listrik tetangga.

Johar, yang sehari-hari berjualan gorengan tak mampu memasang secara mandiri instalasi listrik untuk rumahnya.

Sesekali, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Johar juga nyambi jadi buruh cuci pakaian.

Upahnya yang hanya berkisar Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per hari cuma cukup untuk kehidupan sehari-hari.

"Bagaimana mau pasang listrik, untuk kebutuhan sehari-hari saja susah, kadang modal usaha saya pakai untuk kehidupan sehari-hari," katanya.

Kehidupan Haedar pun tak kalah getir dari Johar. Tinggal berdua bersama istrinya, Haedar sehari-hari bekerja sebagai tukang becak motor atau bentor.

Hasil keringatnya sebagai tukang bentor, mesti dibagi lagi dengan juragan bentornya. Sebab, bentor yang digunakan Haedar disewa belaka.

"Bemor (bentor) saya sewa, harus saya setor juga sebagian, jadi penghasilan kadang tak cukup," katanya.

Tepat Jumat (21/8/2020) kamarin, dua kaum dhuafa itu kini bisa menikamati listrik secara mandiri.

Setelah Tim At-taubah Peduli bersama Jurnalis Wajo memberikan bantuan instalasi listrik secara gratis.

"Melalui sedekah Jumat ini, kita meresmikan bantuan listrik gratis. Terima kasih kepada para donatur yang tetap mempercayakan kami," kata Mediator At-taubah, Muhammad Akbar Gunawan.

Kisah Johar dan Haedar dari Bumi Lamaddukelleng hanyalah segelintir kegetiran hidup di republik yang terbentang dari Sabang sampai Marauke ini.

Sudah 75 tahun Indonesia merdeka. Masih banyak warga yang belum merdeka melawan kemiskinan, pengangguran, serta ketidakpastian hidup di tengah pandemi.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved