Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

HASIL Survei Iwan Fals di Twitter, Gibran Anak Jokowi Kalah Telak Lawan Kotak Kosong & Otak Kosong

HEBOH! Hasil Survei Iwan Fals di Twitter, Gibran Anak Jokowi Kalah Telak Lawan Kotak Kosong & Otak Kosong

Editor: Ilham Arsyam
TribunSolo.com/Istimewa
Gibran saat sambutan didampingi Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo di Panti Marhaen Kantor DPD PDIP Jateng di Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jumat (17/7/2020). 

Pengamat Politik Rocky Gerung ikut memberikan komentar terkait ramainya Pilkada Solo 2020.

Alasan ramainya Pilkada Solo 2020 tidak lain karena majunya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka yang diusung oleh PDI Perjuangan (PDIP).

Dilansir TribunWow.com, Rocky Gerung menggambarkan kondisi tersebut bagaikan anak dan busur panah.

PDI Perjuangan resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
PDI Perjuangan resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. (Instagram @fx.rudyatmo)

Jokowi disebutnya sebagai busur panah, sedangkan Gibran sendiri sebagai anak panahnya.

Hal ini disampaikan dalam tayangan Youtube Rocky Gerung Official, Selasa (21/7/2020).

Namun menurut Rocky Gerung, anak panah yang dimaksudkan bisa menjadi anak panah kehidupan, tetapi juga bisa menjadi anak panah kekuasaan.

Dikatakannya hal itu tergantung bagaimana busur panah memfungsikannya.

"Saya enggak tahu Gibran yang hari ini dipercakapkan orang, apakah ayahnya juga memaksudkan dia sebagai anak panah kehidupan atau anak panah kekuasaan," ujar Rocky Gerung.

Jika melihat kondisi yang terjadi dengan merujuk majunya Gibran di Pilkada Solo 2020, maka Rocky Gerung menilai Jokowi menggunakan anak panahnya untuk itu menjadi anak panah kekuasaan.

Dengan begitu tidak lain adalah sebagai bentuk nepotisme.

"Kalau dia anak panah kehidupan, maka ada wisdom, yaitu sang ayah pasti mengarahkan anak panahnya kedati bukan berasal, bukan keinginan dia tapi dia menjadi busur supaya anak panahnya menjadi contoh di masa depan, menjadi contoh dari berhentinya nepotisme," jelas Rocky Gerung.

"Tetapi justru sang ayah menjadikan anak panahnya itu contoh buruk dari nepotisme," sambungnya.

Rocky Gerung menyebutnya sebagai contoh nepotisme yang paling buruk atau bisa dikatakan lebih dari sekadar nepotisme.

Karena seperti yang diketahui, nepotisme adalah masih dalam batas keponakan.

Sedangkan Gibran sendiri sudah merupakan anak kandung dari Jokowi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved