Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nasib Buruk Timor Leste

Dulu Ngotot Merdeka Keluar dari Indonesia, Timor Leste Kini Jadi Bulan-bulanan Negara Ini

Sebelum dinyatakan merdeka, Timor Lester dulunya merupakan bagian dari NKRI. Daratan tersebut masih dalam provinsi ke-27 Indonesia awalnya bernama T

Editor: Rasni
Tribunnews
Bendera Timor Leste 07082020 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebelum dinyatakan merdeka, Timor Lester dulunya merupakan bagian dari NKRI. 

Daratan tersebut masih dalam provinsi ke-27 Indonesia awalnya bernama Timor Timur

Hanya saja pada 20 Mei 2002, mereka ngotot dan resmi memisahkan diri dari Indonesia usai referandum. 

Niatan rakyatnya untuk benar-benar merdeka, nyatanya hanya isapan jempol belaka. 

Mereka justeru ' diperas' Australia yang kini menguasai hal krusial negara tersebut. 

Risman Pasigai: Mestinya Bang Rio Kembalikan Berkas Formulir Pendaftaran Calon Ketua Gokar Sulsel

Dua Remaja Asal Kumala Diserang Geng Motor Hingga Motor Dibakar

ASTAGA Pengedar Pakai Kucing Ini Selundupkan Narkoba ke Penjara, Nasib si Hewan Lucu Kini

Kisah lengkapnya di sini: 

Kurang lebih 20 tahun yang lalu, pasukan penjaga perdamaian internasional pimpinan Australia yang dikenal sebagai INTERFET mendarat di Timor-Leste yang saat itu baru merdeka dari Indonesia.

Australia memimpin pasukan penjaga perdamaian dari 11.000 orang dari 22 negara, salah satu yang dianggap sebagai kesuksesan besar.

Melansir Crikey.com.au, John Howard menyebut intervensi itu sebagai "kemenangan kebijakan luar negeri yang signifikan" dan mengatakan ia tidak akan mengubah apa pun tentang itu, dan tentara Indonesia menarik diri sepenuhnya pada akhir Oktober.

Personel pertahanan Australia dipuji atas upaya mereka.

Tetapi INTERFET hanyalah sebagian kecil dari kisah Australia dengan Timor-Leste.

INGAT! Hari Ini Terakhir Daftar Ulang SKB CPNS 2019 di Link sscn.bkn.go.id,Akibatnya Jika Tak Daftar

Pak Dosen Nekat Bunuh Mahasiswanya Usai Lamaran Ditolak 2 Kali,Alasan si Cewek Ogah Nikah, Kronologi

Eks Gelandang Timnas U-19 Banting Stir Jadi Pelatih Muda, Ajari Filanesia Pemain Usia Dini

Tahun 1999

Setelah lebih dari 78% orang Timor memilih kemerdekaan dalam referendum pada 30 Agustus 1999, milisi paramiliter pro-Indonesia yang marah menanggapinya dengan kekerasan. 

Secara sistematis, mereka meruntuhkan kota, membakar bangunan, dan menyerang serta membunuh orang.

Sekitar 1500 warga Timor diperkirakan tewas dalam kekerasan itu, puluhan ribu meninggalkan rumah mereka ke gunung-gunung, dan pasukan Indonesia memaksa lebih dari 300.000 orang melewati perbatasan darat ke Timor Barat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved