Tarif Naik dan Air Keruh, DPRD Sinjai Sidang Direksi PDAM

Pelanggan mengeluhkan kenaikan tarif, kerusakan instalasi, hingga air keruh dan terasa asin.

Editor: Mahyuddin
TRIBUN-TIMUR.COM/SAMBA
Dengar pendapat antara PDAM Sinjai dengan anggota DPRD di Sinjai di kantor setempat, Selasa (4/8/2020) 

TRIBUNSINJAI.COM - Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Sinjai Borong dan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, mengeluhkan pelayanan perusahaan daerah tersebut.

Pelanggan mengeluhkan kenaikan tarif, kerusakan instalasi, hingga air keruh dan terasa asin.

Keluhan tersebut disampaikan warga ke DPRD Sinjai.

Keluhan itu pun ditanggapi dewan.

Plt Direktur PDAM Sinjai Andi Tenrirawe disidang di ruang gedung perwakilan rakyat tersebut, Selasa (4/8/2020).

4 Agustus, Penambahan Pasien Terkonfirmasi Tertinggi di Makassar, Sinjai dan Lutim

Pasien Positif Corona di Sinjai Bertambah 25 Orang, Total 201 Kasus

Berikut Jadwal Tes SKB CPNS di Sinjai, Peserta Diminta Input Formulir 1-7 Agustus

Anggota DPRD Sinjai Nurfadamayanti menjelaskan, pelanggan PDAM di Sinjai Borong membayar tarif hingga Rp 1 juta.

Selain itu, ada kerusakan instalasi di wilayah kecamatan itu.

Sementara pelanggan di Sinjai Utara mengeluhkan air PDAM keruh dan asin di musim kemarau.

Kabag Administrasi Keuangan PDAM Sinjai Ahmad Nasarto yang hadir dalam pertemuan itu memastikan pihaknya akan segera menelusuri tarif pelanggan yang bermasalah itu.

"Itu mungkin karena akumulasi dari pembayaran beberapa bulan sebelumnya. Dan itu kami telusuri nama pelanggannya, karena sejauh ini belum ada laporan langsung masyarakat ke kami," ujar Ahmad.

Ikhsan Ditemukan Meninggal di Bawah Tumpukan Kayu Sungai Boro-boro Tomoni

Suami Sendiri yang Antar ke Bandara, Sejak Itu Istri Tak Pulang-pulang, Penyebabnya Jadi Misteri

Kasus Covid-19 Bertambah 18 Orang, Waspada Potensi Klaster Relawan Luwu Utara!

Adapun terkait air keruh di Sinjai Utara, terjadi karena sumber air PDAM di kecamatan tersebut bersumber di Sungai Tangka.

Sungai itu keruh saat banjir tiba di waktu musim hujan dan asin saat air laut pasang.

Masalah tersebut diharapkan teratasi jika air PDAM dari Sungai Balantieng sudah dikelola secara maksimal.

Menurutnya, air PDAM dari Sungai Balangtieng belum maksimal dikelola karena masih dalam pengusasaan Balai Pompengan dan Sungai Jeneberang provinsi.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved