4 Kebijakan Nadiem Makarim sejak Jadi Menteri Tuai Pro Kontra,Ada Wacana Belajar Jarak Jauh Permanen
Nama Nadiem Makarim terus jadi sorotan setelah Program Organisasi Penggerak (POP) menuai polemik
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
4. UN dihapus
Wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2021 pada masa kepemimpinan Nadiem di Kemendikbud pun ramai diperbincangkan publik. Bahkan, mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla turut mengkritik.
Sebab, ia menilai, UN masih relevan diterapkan karena menjadi tolok ukur kualitas pendidikan di Indonesia.
Diberitakan Kompas.com, 5 Desember 2019, Jusuf Kalla mengatakan, jika UN dihapuskan maka pendidikan Indonesia akan kembali seperti sebelum tahun 2003.
Saat itu, tidak ada standar mutu pendidikan nasional karena kelulusan dipakai rumus dongkrakan, sehingga hampir semua peserta didik diluluskan.
"Kalau dibebaskan tentu kembali ke sebelum tahun 2003," kata Jusuf Kalla usai menerima penganugerahan doktor honoris causa di bidang penjaminan mutu pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Kamis (5/12/2019).
Akan tetapi, dalam rapat bersama Komisi X DPR, Mendikbud Nadiem Makarim meluruskan bahwa UN tidak dihapuskan.
Ia mengatakan, UN diganti. "Beberapa hal agar tidak ada mispersepsi, UN itu tidak dihapuskan.
Mohon maaf, kata dihapus itu hanya headline di media agar diklik, karena itu yang paling laku.
Jadinya, UN itu diganti jadi asesmen kompetensi," kata Nadiem di DPR, Senayan, Jakarta, seperti diberitakan Kompas.com pada Kamis (12/12/2019).
Asesmen kompetensi, kata dia, merupakan sistem baru yang akan menggantikan UN.
Selain dengan asesmen kompetensi, UN juga akan diganti dengan survei karakter.
Menurut Nadiem, kedua penilaian itu merupakan penyederhanaan dari UN.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menteri Nadiem Makarim dan Sejumlah Pro Kontra yang Membuatnya Jadi Sorotan", https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/30/122000865/menteri-nadiem-makarim-dan-sejumlah-pro-kontra-yang-membuatnya-jadi-sorotan