4 Kebijakan Nadiem Makarim sejak Jadi Menteri Tuai Pro Kontra,Ada Wacana Belajar Jarak Jauh Permanen
Nama Nadiem Makarim terus jadi sorotan setelah Program Organisasi Penggerak (POP) menuai polemik
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
1. Wacana pembelajaran jarak jauh permanen
Mendikbud Nadiem pernah menyebut pembelajaran jarak jauh memanfaatkan teknologi bisa diterapkan permanen setelah pandemi Covid-19 selesai.
Dia menilai proses adaptasi yang dilakukan guru dan siswa pada masa pandemi dengan teknologi tak akan terulang.
Dengan demikian, menurut dia, perlu dijadikan peluang menerapkan teknologi dalam pembelajaran.
"Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi," kata Menteri Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (3/7/2020).
Hybrid model yang disebut merupakan penggabungan antara belajar tatap muka dan jarak jauh.
Akan tetapi, pengamat pendidikan Doni Koesoema kurang sepakat dengan wacana Nadiem Makarim.
Ia menilai dunia pendidikan Indonesia belum siap jika harus melakukan pembelajaran jarak jauh permanen.
"Baik yang sifatnya penuh maupun hybrid, model daring dan luring. Kalau untuk yang pembelajaran jarak jauh penuh, saya rasa belum siap," kata Doni saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/7/2020).
Selain itu, jika ingin menerapkan pembelajaran jarak jauh permanen, menurut dia, harus ada penelitian dan kajian akademis untuk melihat tujuan dan sasaran.