Update Corona Sulsel

Pasien Terkonfirmasi di Sulsel di Bawah 100, Konsultan: Tunggu Sepekan Setelah Iduladha

Artinya, sudah dua hari, angka terkonfirmasi di Sulsel di bawah angka 100 pasien. Sehari sebelumnya, angka terkonfirmasi

TRIBUN TIMUR/M FADLY
Dilansir data yang dikirimkan tim konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Jumat (31/7/2020) malam memperlihatkan, jumlah kasus pada hari ke-134 pandemi Covid-19 hadir di Sulsel, terjadi kenaikan 77 pasien menjadi 9.423 pasien. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Informasi terbaru terkait penanggulangan Covid-19 di Sulawesi Selatan terus diperbarui Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Diskes Sulsel).

Dilansir data yang dikirimkan tim konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Jumat (31/7/2020) malam memperlihatkan, jumlah kasus pada hari ke-134 pandemi Covid-19 hadir di Sulsel, terjadi kenaikan 77 pasien menjadi 9.423 pasien.

Angka penambahan dan jumlah pasien Covid-19 berbeda dengan data Kemenkes RI. Dimana penambahannya hanya 76 dan totalnya 9.422 pasien.

Artinya, sudah dua hari, angka terkonfirmasi di Sulsel di bawah angka 100 pasien. Sehari sebelumnya, angka terkonfirmasi di angka 97 pasien.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, pergerakan angka tersebut tentu pertanda yang baik.

"Kita semua berharap Covid-19 ini terus menurun," ujar Ridwan via pesan WhatsApp, Jumat (31/7/2020).

Menurutnya, salah satu sebab sehingga penurunan itu terjadi, karena intervensi yang dilakukan beberapa kabupaten/kota di Sulsel.

Salah satunya Pemkot Makassar dengan Perwali 36 tahun 2020. "Tentu, kumulasi intervensi Perwali, kedisiplinan warga dan program lainnya," ujar Pakar Epidemologi Unhas itu.

Namun, ia berpesan, sekiranya masyarakat semua dapat menjaga momentum sepekan kasus yang terus menurun ini.

"Tentunya dengan tetap disiplin pada protokol kesehatan di mana saja kita semua berada. Maka insya Allah Agustus kasus terus akan menurun," ujarnya.

Tapi, lanjut dia, sepekan ke depan kasus meningkat, itu tentu kerumunan pada Iduladha, dan pemotongan hewan kurban yang dapat dianggap sebagai pemicunya. "Kasus ini dapat meningkat lagi," katanya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved