Breaking News:

Accera Kalompoang

Pandemi Corona, Tradisi Accera Kalompoang Ditiadakan di Iduladha Kali Ini

Keputusan tersebut diambil karena wilayah Kabupaten Gowa masuk berstatus zona merah penyebaran Virus Corona.

TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa dalam ritual Accera Kalompoang 2019 lalu. 

TRIBUNGOWA.COM, SUNGGUMINASA - Pemerintah Kabupaten Gowa bersama keluarga Kerajaan Gowa memutuskan meniadaan penyelenggaraan tradisi Accera Kalompoang pada Iduladha 1441 Hijriah tahun 2020 ini.

Keputusan tersebut diambil karena wilayah Kabupaten Gowa masuk berstatus zona merah penyebaran Virus Corona.

Accera Kalompoang adalah tradisi pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa. Tradisi ini merupakan warisan budaya Kabupaten Gowa.

Keluarga Kerajaan Gowa, Andi Kumala Andi Idjo yang dikonfirmasi tribun-timur.com membenarkan hal tersebut.

Putra Raja Gowa ke-36 Andi Idjo Karaeng Lalolang ini mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil kesepakatan antara keluarga Kerajaan Gowa bersama Pemkab Gowa.

"Ini sudah kesepakatan keluarga kerajaan dengan pemerintah, kita tiadakan tahun ini," kata Andi Kumala, Rabu (29/7/2020).

Andi Kumala mengaku sudah berbicara langsung dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengenai Accera Kalompoang sejak Juni 2020 lalu.

Bupati Gowa, kata Andi Kumala, disebutkan sempat memberi pertimbangan dengan syarat penerapan protokol kesehatan secara ketat. Namun, Andi Kumala mengaku memutuskan untuk meniadakan Accera Kalompoang pada tahun ini.

Ia mengatakan peniadaan Accera Kalompoang ini merupakan bentuk penghormatan kepada pemerintah dan tenaga kesehatan yang sedang berjuang dalam penanganan Covid-19.

"Gowa masih zona merah, penanganan Covid-19 tidak boleh dianggap sepele. Ini demi kebaikan bersama," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved