Breaking News:

Demam Berdarah

48 Kasus DBD di Bantaeng Selama 7 Bulan

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Bantaeng.

TRIBUN TIMUR/ACHMAD NASUTION
Fogging dilakukan di Jalan Pemuda, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kabupaten Bantaeng tidak hanya menghadapi penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19).

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Bantaeng.

Hingga akhir Juli 2020, tercatat sebanyak 48 kasus DBD di Bantaeng.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, mengatakan, upaya pencegahan penyakit DBD di tengah masyarakat juga terus dilakukan.

"Beberapa langkah yang telah dilakukan adalah pemantauan habitat vektor, pemantauan jentik berkala (PJB), fogging fokus, pemberian larvasida (abatesasi), serta sosialisasi terkait pentingnya pencegahan kasus DBD," kata dr Armansyah kepada TribunBantaeng.com, Selasa, (28/7/2020).

Selain itu kata dia, di awal tahun juga telah dilakukan sejumlah Fogging Pra Kejadian Luar Biasa (KLB) di lokasi yang secara epidemiologis terdapat kasus dalam dua tahun berturut-turut.

Ia juga menyampaikan, pada periode yang sama tahun 2019 jumlah DBD sebanyak 74 kasus.

Akhir Juli 2020 tercatat sebanyak 48 kasus. Artinya terjadi penurunan kasus sebesar 35 persen.

"Tentunya capaian ini tidak terlepas dari berbagai intervensi yang dilakukan oleh Tim Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam era pandemi ini, kita harus senantiasa menerapkan protokol kesehatan, pola hidup bersih dan sehat serta pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Penulis: Achmad Nasution
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved