Breaking News:

Tribun Jeneponto

Ini Alasan PLN Hingga Cabut Meteran Listrik Sekretariat HPMT

Kepala PLN Rayon Jeneponto, M. Yusron Affandi mengatakan, pihaknya sempat mencabut meteran karena adanya dugaan penggunaan listrik secara ilegal.

Ist
Kepala PLN Rayon Jeneponto, M. Yusron Affandi. Jumat 24/7/2020. 

TRIBUN-TIMUR COM, JENEPONTO - Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Jeneponto, menanggapi aksi demo Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT).

Kepala PLN Rayon Jeneponto, M Yusron Affandi mengatakan, pihaknya sempat mencabut meteran karena adanya dugaan penggunaan listrik secara ilegal.

"Pada tanggal 21 Juli 2020 petugas PLN mendatangi sekretariat HPMT, dan didapati meteran listrik ada kabel tercampak," ujarnya, Jumat (24/7/2020).

Sehingga ditemukan ada indikasi penggunaan listrik secara ilegal.

Dari indikasi tersebut, pihak PLN langsung mencabut meteran listrik dan mengamankan barang bukti berupa KWH meter.

"Makanya dari pihak PLN yang datang kerena langsung mengamankan KWH meter selaku barang bukti." ungkap Yusron.

Akibat dari pelanggaran itu, pihak PLN mencabut meteran listrik dan HPMT dikenakan denda kurang lebih Rp 7.000.000.

"Jadi pembayaran itu sudah sesuai keputusan direksi PLN 088 Z dari 2016 tentang perhitungannya, itu tergolong mempengaruhi batas daya dan mempengaruhi pengukuran jadi termasuk kategori pelanggaran P3." tuturnya.

Hitungannya sudah sesuai direksi PLN dengan jumlah Rp 7,4 Juta. Dan pihak PLN memberikan keringan dengan cara bisa dibayar secara berangsur.

Laporan Wartawan Tribun Jeneponto, Muh. Rakib.

Penulis: Muh Rakib
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved