Breaking News:

CITIZEN REPORT

FIK Ornop Sulsel Kritisi Pemerintah dalam Penerapan Protokol Penanganan Pandemi Covid-19

Kebijakan pembatasan keluar masuk Makassar dan daerah lainnya dengan mensyaratkan keterangan hasil rapid test dinilai tidak efektif.

Dokumen FIK Ornop Sulsel
Diskusi virtual FIK Ornop Sulsel membahas dan mengevaluasi penanganan Covid-19 di daerah ini, Rabu (22/7/2020) 

Laporan: Ale Yassin
Koordinator Presidium FIK Ornop Sulsel
Melaporkan dari Kota Makassar

Forum Informasi dan Komunikasi (FIK) Organisasi Non-Pemerintah (Ornop) Sulawesi Selatan menggelar diskusi yang membahas sekaligus mengevaluasi penanganan Covid-19 di daerah ini.

Diskusi dilakukan secara virtual, Rabu (22/7/2020). Diikuti sejumlah pegiat ornop di Sulsel.

Dari dikusi ini, mencuat bahwa penanganan Covid-19 di Sulsel yang dinilai makin hari semakin menimbulkan banyak polemik.

Beberapa kebijakan pemerintah justru menimbulkan keresahan sosial. Di antaranya:

1. Ketegasan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat diberlakukan di Kota Makassar yang dianggap ‘tebang pilih’.

Laju Insidensi Berpacu dengan Recovery Covid-19

Sebab masyarakat bawah cenderung ditegasi.

Sedangkan pengusaha yang melanggar diberi kelonggaran. Seperti terjadi di salah satu toko ATK terbesar di Kota Makassar.

2. Kebijakan protokol status Covid-19 di Sulsel juga dinilai lamban dan tidak jelas.

Hal ini berdampak pada protokol pemakaman yang diterapkan bagi jenazah yang belum jelas status positifnya.

Halaman
123
Penulis: CitizenReporter
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved