Kisah Dibalik Perayaan Idul Adha, Lengkap Panduan Pelaksanaan Salat di Masa Pandemi Covid-19
Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Dzulhijjah pada 21 Juli 2020 mendatang.
TRIBUN-TIMUR.COM - Idul Adha merupakan hari raya umat muslim yang dilakukan setiap 10 Dzulhijjah.
Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal Dzulhijjah pada 21 Juli 2020 mendatang.
Melalui sidang isbat tersebut, akan ditetapkan tepatnya kapan hari raya Idul Adha 2020 atau 1441 Hijriyah.
Dilansir dari jabar.kemenag.go.id, Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban diperingati karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan.
Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim.
Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).
• Pelaku Penyerangan Divonis Ringan, Novel Baswedan: Sandiwara Telah Selesai, Benar-benar Berbahaya
• Wanita 22 Tahun Sering Dijual Suami ke Tetangga, Hamil 2 Bulan hingga Bingung Soal Ayah Bayi
Dalam kitab “Misykatul Anwar” disebutkan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta.
Ketika Ibrahim ditanya oleh seseorang “milik siapa ternak sebanyak ini?”
Maka dijawabnya “Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku, sewaktu-waktu bila Allah menghendaki, aku serahkan semuanya, jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan juga.”
Kemudian Allah menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun.
Kisah ini tertulis dalam Al-Qur’an:
قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Ibrahim berkata, “Hai anakkku sesungguhnay aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “.
Ismail menjawab, "Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Aa-saffat: 102).