Banjir Bandang di Luwu Utara
BPBD Luwu Utara Sebut Baru 10 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang
Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara, Muslim Muchtar mengatakan, korban meninggal ditemukan hingga pukul 15.30 Wita sebanyak 10 orang.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, merilis data terbaru jumlah korban banjir bandang Sungai Masamba dan Sungai Radda yang meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara, Muslim Muchtar mengatakan, korban meninggal ditemukan hingga pukul 15.30 Wita sebanyak 10 orang.
Mayat ke-10 orang itu, sebut Muslim berada di dua rumah sakit.
"Tujuh di RS Hikmah dan tiga di RSUD Andi Djemma," ujar Muslim, Selasa (14/7/2020).
Saat ini, sebut Muslim, pihaknya telah mendirikan tujuh posko bagi para korban banjir.
"Pada setiap posko didirikan dapur umum," katanya.
Selain di posko, pegungsi juga tersebar di rumah warga, kantor pemerintahan, sekolah, dan rumah ibadah.
"Adapun luas lahan tertibun lumpur bercampur pasir di dua titik mencapai puluhan hektare," katanya.
Ia mengimbau warga tetap waspada sebab hujan masih turun.
"Kami imbau warga tetap waspada, hujan masih terus turun," tuturnya.
Jumlah korban meninggal disampaikan Muslim berbeda dengan yang dikatakan Indah Putri Indriani.
Sesuai laporan diterima Indah, sudah 11 orang ditemukan tewas dari dua lokasi kejadian itu.
"Sampai saat ini kami belum bisa sampaikan total warga yang hilang," kata Indah.
"Kita masih keliling mendata, tadi ada yang sampaikan 10, adapula sampaikan tujuh orang. Kami belum dapat data yang valid berapa total warga hilang."
"Kalau yang meninggal sementara ini laporan masuk sudah ada 11 orang," ucap Indah.
Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi